BREAKING NEWS
Kamis, 28 Mei 2026

Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja

gusWedha - Kamis, 28 Mei 2026 15:16 WIB
Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri. (foto: Dok. Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri International Labour Conference (ILC) ke-114 yang akan digelar di Jenewa, Swiss, pada 1–12 Juni 2026.

Persiapan tersebut dilakukan melalui pertemuan koordinasi nasional yang melibatkan unsur pemerintah, serikat pekerja atau serikat buruh, serta asosiasi pengusaha.

Ketiga unsur ini tergabung dalam delegasi tripartit Indonesia yang akan mewakili kepentingan nasional di forum ketenagakerjaan internasional di bawah naungan International Labour Organization (ILO).

Baca Juga:

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan konsolidasi tersebut bertujuan menyamakan pandangan seluruh elemen delegasi agar Indonesia memiliki posisi yang solid dalam perundingan global ketenagakerjaan.

"Penyatuan pandangan ini penting agar Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat dan terkoordinasi dalam setiap agenda pembahasan internasional," kata Indah di Jakarta.

Ia menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam ILC tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bagian dari upaya diplomasi ketenagakerjaan untuk mempengaruhi arah kebijakan dan standar kerja global.

Tahun ini, ILC ke-114 mengangkat isu besar mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mewujudkan pekerjaan yang layak.

Agenda tersebut dinilai relevan dengan perubahan struktur dunia kerja akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi.

Kemnaker menyebut terdapat empat poin utama kepentingan Indonesia dalam forum tersebut, mulai dari perlindungan kepentingan nasional, penguatan diplomasi ketenagakerjaan, stabilitas hubungan industrial, hingga kesiapan menghadapi transformasi digital di sektor ketenagakerjaan.

Delegasi Indonesia akan dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dengan komposisi tripartit yang lengkap.

Pemerintah menilai keterlibatan unsur pekerja dan pengusaha penting untuk menjaga keseimbangan posisi Indonesia dalam forum internasional tersebut.

Selain membahas isu strategis ketenagakerjaan global, ILC juga akan menyoroti agenda rutin seperti laporan badan pengawas, program anggaran ILO, serta penerapan konvensi dan rekomendasi internasional.

Dalam pembahasan Committee on the Application of Standards (CAN), Indonesia disebut tidak masuk dalam daftar negara yang diawasi atau diperiksa.

Kondisi ini dipandang sebagai indikator kepatuhan ketenagakerjaan Indonesia di tingkat internasional.

Sementara itu, agenda teknis konferensi akan mencakup pembahasan ekonomi platform digital, kesetaraan gender, serta penguatan dialog sosial dalam sistem ketenagakerjaan global.

Kemnaker menyatakan optimistis Indonesia dapat berkontribusi aktif dalam penyusunan standar ketenagakerjaan internasional serta memperkuat daya saing tenaga kerja nasional di tengah transformasi digital global.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Agus Fatoni Dorong Transformasi Digital Keuangan Daerah, Tekankan Integrasi Data SIPD
Efisiensi Anggaran, Distribusi MBG Tak Lagi 6 Hari dalam Sepekan
1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN, Golkar: Jangan Dikaitkan Pilpres 2029
Kebakaran Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara Belum Padam, Lima Desa Terancam
RedMagic 11S Pro Resmi Meluncur Global! HP Gaming dengan Pendingin AI dan Baterai 7.500 mAh
Pembentukan PT DSI Dinilai Bisa Tutup Kebocoran Devisa dan Perkuat Kendali Ekspor SDA
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru