BREAKING NEWS
Kamis, 04 Juni 2026

Rupiah Kian Terpuruk, Tembus Rp17.998 per Dolar AS!

Dharma - Kamis, 04 Juni 2026 10:18 WIB
Rupiah Kian Terpuruk, Tembus Rp17.998 per Dolar AS!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026), dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Tekanan terhadap mata uang Garuda ini diperkirakan mendorong Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat langkah intervensi di pasar valuta asing.

Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah dibuka melemah 0,11 persen ke posisi Rp17.998 per dolar AS.

Baca Juga:

Pelemahan ini terjadi seiring tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia yang turut bergerak di zona negatif.

Di kawasan regional, yen Jepang melemah 0,11 persen, dolar Singapura turun 0,03 persen, won Korea Selatan melemah 0,35 persen, dan dolar Hong Kong juga terkoreksi 0,03 persen.

Peso Filipina tercatat melemah 0,22 persen, sementara yuan China turun 0,06 persen dan baht Thailand terkoreksi 0,10 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang justru mencatat penguatan terhadap dolar AS, di antaranya dolar Taiwan yang naik 0,15 persen, rupee India menguat 0,46 persen, serta ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,45 persen.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam jangka pendek.

Dalam kondisi tersebut, BI dinilai berpeluang meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Langkah intervensi akan semakin diperlukan apabila rupiah bergerak terlalu cepat menuju atau bahkan melampaui level Rp18.000 per dolar AS," ujarnya.

Menurut Lukman, penguatan dolar AS saat ini ditopang oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, dolar AS juga mendapat dukungan dari data ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat.

Data ketenagakerjaan sektor swasta (ADP) tercatat lebih baik dari perkiraan pasar, sementara indeks aktivitas sektor jasa (ISM Services) juga menunjukkan ekspansi lebih kuat dari ekspektasi.

Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa The Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Pelaku pasar masih mencermati berbagai risiko domestik yang dapat mempengaruhi arus modal masuk.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.*


(bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Turun ke Level 5.878 di Awal Perdagangan, Apa Penyebabnya?
Program Tiga Juta Rumah Dikebut, Bobby Nasution Minta Dukungan OJK Sumut
Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dihantam Konflik Timur Tengah dan Tekanan Global
Inflasi Sumut Tembus 4,35 Persen, Pengamat Pesimis Kembali ke Target BI
UMKM Korban Bencana di Aceh, Sumbar dan Sumut Dapat Banpres Rp3 Juta, Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun
Rupiah Tembus Rp17.900 per Dolar AS, BI Kencangkan Sinergi dan Jurus Stabilisasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru