Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Bank Dunia juga menyoroti lemahnya penerimaan negara. Rasio pajak terhadap PDB Indonesia tercatat turun menjadi 9,3 persen pada 2025, level terendah dalam sejarah.
Pada saat yang sama, defisit fiskal awal 2025 mencapai 2,9 persen dari PDB, mendekati batas maksimum yang ditetapkan dalam aturan fiskal nasional.
Kondisi ini membuat ruang pemerintah untuk merespons guncangan ekonomi maupun membiayai investasi jangka panjang menjadi semakin terbatas.
Dalam laporannya, Bank Dunia menekankan pentingnya pergeseran belanja negara dari konsumsi ke investasi produktif.
Setiap tambahan 1 dolar AS belanja modal pemerintah dinilai dapat menghasilkan sekitar 1,4 dolar AS aktivitas ekonomi dalam dua tahun.
Sebaliknya, belanja konsumsi dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan.
Selain itu, investasi publik juga disebut mampu mendorong investasi swasta dengan efek pengganda sekitar 1,2.
"Pengalihan anggaran dari belanja rutin menuju investasi publik dapat memperluas ruang fiskal sekaligus meningkatkan kualitas pertumbuhan," tulis Bank Dunia.
Tekanan fiskal juga datang dari sektor energi. Kenaikan harga minyak dunia mendorong meningkatnya beban subsidi dan kompensasi energi.
Hingga Mei 2026, subsidi energi tercatat mencapai 0,4 persen dari PDB, dan naik menjadi 0,8 persen jika termasuk kompensasi.
Meski kebijakan penahanan harga BBM dan tarif transportasi membantu menjaga daya beli masyarakat, Bank Dunia menilai langkah itu mempersempit ruang fiskal jangka panjang.
"Menekan penyesuaian harga melindungi daya beli saat ini, tetapi mengurangi ruang fiskal di masa depan," tulis laporan tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.