BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

IHSG Dibuka Menguat 0,42 Persen ke Level 6.198, Ini Saham yang Jadi Penopang

Dharma - Jumat, 19 Juni 2026 10:00 WIB
IHSG Dibuka Menguat 0,42 Persen ke Level 6.198, Ini Saham yang Jadi Penopang
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (19/6/2026), di tengah sentimen pasar yang masih dipengaruhi penilaian terbaru lembaga indeks global MSCI Inc. yang menurunkan aspek transparansi pasar modal Indonesia.

Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan IHSG naik 0,42 persen atau 25,83 poin ke level 6.198,17. Sepanjang awal sesi, indeks bergerak di kisaran 6.156 hingga 6.201.

Total transaksi tercatat mencapai 1,52 miliar saham dengan nilai Rp1,03 triliun dari 90.644 kali transaksi.

Baca Juga:

Sebanyak 314 saham menguat, 128 saham melemah, dan 190 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di level Rp10.802 triliun.

Penguatan IHSG ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Saham TPIA naik 2,83 persen ke Rp2.180, sementara BBCA menguat 2,88 persen ke Rp6.250.

Saham BUMI juga naik 2,34 persen ke Rp175.

Di sisi lain, beberapa saham justru melemah. Saham BMRI turun 0,22 persen ke Rp4.460, dan ANTM melemah 1,89 persen ke Rp3.110.

Adapun saham RONY tercatat menjadi top losers dengan penurunan 11,57 persen ke Rp955, disusul BNLI yang ambles 10,09 persen ke Rp2.850.

Penguatan IHSG terjadi setelah MSCI merilis Global Market Accessibility Review – June 2026 yang menyoroti penurunan penilaian Indonesia pada aspek arus informasi (Information Flow). Dalam laporan tersebut, skor Indonesia turun dari "+" menjadi "-".

MSCI menyoroti beberapa isu, mulai dari keterbatasan transparansi kepemilikan saham, ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris, hingga kekhawatiran atas kualitas free float dan potensi praktik perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga.

Analis menilai, tantangan utama pasar saham Indonesia saat ini bukan pada status sebagai emerging market, melainkan pada persepsi risiko yang membuat valuasi saham berpotensi bertahan dalam posisi diskon lebih lama.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sekda Aceh M. Nasir Syamaun Raih Anugerah SMSI sebagai Tokoh Inspiratif Nasional 2026
BI Naikkan Suku Bunga, IHSG Tersungkur ke 6.172 dan Rupiah Ikut Melemah
IHSG Diterpa Sentimen Global, OJK Sebut Ketahanan Pasar Modal Masih Terjaga
IHSG Dibuka Melemah 1 Persen ke Level 6.157
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30 Ribu per Gram, Apakah Saat yang Tepat untuk Beli?
IHSG Ditutup Turun ke Level 6.220, Mayoritas Sektor Saham Berada di Zona Merah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru