Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (19/6/2026), di tengah sentimen pasar yang masih dipengaruhi penilaian terbaru lembaga indeks global MSCI Inc. yang menurunkan aspek transparansi pasar modal Indonesia.
Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan IHSG naik 0,42 persen atau 25,83 poin ke level 6.198,17. Sepanjang awal sesi, indeks bergerak di kisaran 6.156 hingga 6.201.
Total transaksi tercatat mencapai 1,52 miliar saham dengan nilai Rp1,03 triliun dari 90.644 kali transaksi.
Baca Juga:
Sebanyak 314 saham menguat, 128 saham melemah, dan 190 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di level Rp10.802 triliun.
Penguatan IHSG ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Saham TPIA naik 2,83 persen ke Rp2.180, sementara BBCA menguat 2,88 persen ke Rp6.250.
Saham BUMI juga naik 2,34 persen ke Rp175.
Di sisi lain, beberapa saham justru melemah. Saham BMRI turun 0,22 persen ke Rp4.460, dan ANTM melemah 1,89 persen ke Rp3.110.
Adapun saham RONY tercatat menjadi top losers dengan penurunan 11,57 persen ke Rp955, disusul BNLI yang ambles 10,09 persen ke Rp2.850.
Penguatan IHSG terjadi setelah MSCI merilis Global Market Accessibility Review – June 2026 yang menyoroti penurunan penilaian Indonesia pada aspek arus informasi (Information Flow). Dalam laporan tersebut, skor Indonesia turun dari "+" menjadi "-".
MSCI menyoroti beberapa isu, mulai dari keterbatasan transparansi kepemilikan saham, ketersediaan informasi dalam bahasa Inggris, hingga kekhawatiran atas kualitas free float dan potensi praktik perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga.
Analis menilai, tantangan utama pasar saham Indonesia saat ini bukan pada status sebagai emerging market, melainkan pada persepsi risiko yang membuat valuasi saham berpotensi bertahan dalam posisi diskon lebih lama.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.