BREAKING NEWS
Minggu, 05 Juli 2026

40 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026, Zulhas Ungkap Fokus Pemerintah

Adelia Syafitri - Minggu, 05 Juli 2026 10:37 WIB
40 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026, Zulhas Ungkap Fokus Pemerintah
Suasana di depan Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga di Kendari, Sulawesi Tenggara, 19 Februari 2026. (Foto: Antara/Andry Denisah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAKASSARPemerintah menargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai beroperasi pada Oktober 2026. Program tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak perekonomian desa sekaligus pusat distribusi berbagai layanan dan bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pemerintah saat ini memfokuskan penyelesaian pembangunan dan pembentukan 40 ribu KDMP sebelum mulai beroperasi secara penuh pada Oktober 2026.

"Fokus kita tahun ini menyelesaikan 40 ribu koperasi. Targetnya selesai September dan mulai berjalan pada Oktober agar dapat melayani masyarakat," ujar Zulkifli Hasan usai menghadiri Pelantikan dan Rapat Koordinasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sulawesi Selatan, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga:

Menurut Zulhas, target pembangunan koperasi semula mencapai 80 ribu unit. Namun pemerintah memilih memprioritaskan penyelesaian 40 ribu koperasi terlebih dahulu agar operasionalnya berjalan optimal sebelum dilakukan evaluasi untuk pengembangan pada tahun berikutnya.

Selain menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, Koperasi Desa Merah Putih juga akan berfungsi sebagai pusat penyaluran berbagai program pemerintah.

Ke depan, bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, LPG bersubsidi, hingga layanan pembayaran listrik dan telepon direncanakan dapat diakses melalui koperasi desa tersebut.

Tak hanya itu, KDMP juga diproyeksikan menjadi offtaker atau pembeli langsung hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan milik masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga harga jual hasil produksi petani dan nelayan tetap kompetitif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan operasional koperasi masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Seluruh mekanisme, termasuk jumlah koperasi yang akan beroperasi di setiap daerah, akan mengikuti kebijakan nasional.

Di Sulawesi Selatan sendiri, kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih telah mulai dibentuk. Tercatat sebanyak 3.059 pengurus koperasi telah terbentuk dan tersebar di 24 kabupaten/kota sebagai bagian dari persiapan operasional program tersebut.

Pemerintah berharap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, memperpendek rantai distribusi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui layanan yang lebih terintegrasi.* (mt/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Username WhatsApp Dinilai Rawan Penipuan, Ini Penjelasan Meta
Harga Semen Melonjak hingga Rp90 Ribu di Asahan-Tanjungbalai, Pengamat Minta Pemerintah Turun Tangan
Prabowo Resmikan BBM B50 pada 9 Juli, Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Solar dan Perkuat Energi Nasional
Peternak Mengadu ke Jokowi soal Harga Ayam dan Telur Anjlok, Harap Jadi Jembatan Aspirasi ke Pemerintah
Adik Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Jalan: Tidak Akan Berhenti!
Bakom RI: Kasus Dugaan Korupsi MBG Buktikan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru