BREAKING NEWS
Minggu, 12 Juli 2026

Bahlil Masih Kaji Usulan Aceh Kelola Gas Blok Andaman di KEK Arun, Fokus pada Kelayakan Ekonomi

Dharma - Minggu, 12 Juli 2026 09:47 WIB
Bahlil Masih Kaji Usulan Aceh Kelola Gas Blok Andaman di KEK Arun, Fokus pada Kelayakan Ekonomi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026). (foto: Golkar Aceh Official/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Usulan tersebut bertujuan agar keberadaan Blok Andaman dapat memberikan dampak lebih besar bagi perekonomian Aceh melalui pengembangan industri lokal.

Beberapa poin yang menjadi perhatian Pemerintah Aceh antara lain:

- Pengolahan gas dilakukan di darat untuk mendukung hilirisasi industri.
- Alokasi gas diprioritaskan bagi kebutuhan industri di Aceh.
- Penyesuaian rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) agar sesuai dengan kebutuhan daerah.

Usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada Presiden RI dan Menteri ESDM.

Bahlil mengatakan salah satu kendala terbesar jika gas Blok Andaman harus dibawa ke daratan adalah pembangunan infrastruktur pipa dari lokasi sumur di laut menuju fasilitas pengolahan.

Blok Andaman diketahui berada lebih dari 12 mil laut dari garis pantai.

Kondisi tersebut membuat pembangunan jaringan pipa membutuhkan biaya yang cukup besar.

Menurut Bahlil, tingginya biaya pembangunan pipa dapat berdampak terhadap harga jual gas sehingga berpotensi kurang kompetitif.

"Kalau kita bangun pipanya, itu cost-nya memang tinggi. Dan itu tidak akan menghasilkan harga jual gas yang kompetitif. Itu bisa sampai dengan di atas 10 dolar per MMBTU," ujar Bahlil.

Blok Andaman yang dikelola oleh Mubadala Energy memiliki potensi cadangan gas yang cukup besar.

Pada tahap awal, produksi gas dari blok tersebut diperkirakan mencapai sekitar 300 MMSCFD (million standard cubic feet per day).

Sebagian produksi gas tersebut nantinya direncanakan digunakan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN dan industri dalam negeri, termasuk sektor pupuk di Aceh.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Piala Dunia 2026 Bikin Keude Kopi Aceh Bergemuruh, Warga Nobar Argentina Vs Swiss hingga Dini Hari
PSI Binjai Datang Bawa Harapan, Hasanul Jihadi Turun Langsung Temui Pedagang Bakso yang Jadi Korban Pohon Tumbang
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak, 1 Gram Masih Dibanderol Rp2.655.000
Bobby Nasution Bermalam Bersama Ribuan Pramuka di Jamdasu XI, Api Unggun Jadi Simbol Semangat Generasi Muda
BBM Langka di Binjai, DPD AMPI Desak Pemko Turun Langsung Cek SPBU dan Tanyakan Pertamina
27 Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Sampang, KPAI Desak Buronan Segera Ditangkap!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru