Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Di sisi lain, beberapa saham masih mampu bertahan di zona positif.
Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik 1,56 persen, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 0,64 persen.
Meski dibuka melemah, pergerakan IHSG dinilai masih memiliki peluang untuk kembali menguat dan menguji sejumlah level penting pada perdagangan awal pekan.
Analis memperkirakan area support IHSG berada pada kisaran 5.850–5.870, sedangkan level resistance berada di rentang 5.970–6.050.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, IHSG pada pekan sebelumnya masih mampu mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,2 persen.
Namun, pergerakan indeks masih dibayangi oleh aksi jual bersih investor asing.
Menurut Fanny, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sekitar Rp285 miliar.
Tekanan jual terbesar terjadi pada sejumlah saham seperti BBRI, BBCA, TLKM, DEWA, dan ASII.
Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance 5.950 hingga 6.050.
Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko koreksi karena kondisi indeks masih cukup rentan terhadap tekanan.
"Akan tetapi, sebaliknya jika IHSG berhasil tembus dan break di atas 6.050, ada potensi bagi indeks untuk terus menguat menuju target berikutnya di level 6.300," ujar Fanny dalam publikasi riset hariannya, Senin (13/7/2026).
Pergerakan IHSG ke depan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global, arus dana asing, serta kinerja saham-saham utama yang memiliki pengaruh besar terhadap indeks.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.