BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

HSG Rebound Tembus 6.000, Rating Indonesia Tetap BBB dari S&P Dongkrak Optimisme Pasar

Dharma - Senin, 13 Juli 2026 17:05 WIB
HSG Rebound Tembus 6.000, Rating Indonesia Tetap BBB dari S&P Dongkrak Optimisme Pasar
IHSG kembali menguat dan berhasil menembus level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan, Senin (13/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Google/IDX: COMPOSITE)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat dan berhasil menembus level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan, Senin (13/7/2026). Penguatan indeks dipicu sentimen positif setelah lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 113,48 poin atau 1,92 persen ke level 6.037,84. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 5.898,15 hingga 6.037,84, setelah dibuka pada level 5.934,72.

Penguatan terjadi menjelang akhir sesi perdagangan. Setelah bergerak fluktuatif di kisaran level 5.900 sepanjang hari, IHSG melonjak pada sesi penutupan hingga kembali menembus level 6.000 dan ditutup di posisi tertinggi hariannya.

Baca Juga:

Aktivitas perdagangan juga tercatat cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp12,14 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 25,07 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,676 juta kali transaksi.

Mayoritas saham ditutup di zona hijau. Sebanyak 392 saham menguat, 268 saham melemah, dan 305 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi Rp10.509 triliun.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks mencatatkan penguatan. Sektor barang baku menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 2,96 persen, disusul sektor energi 2,66 persen, dan sektor perindustrian 2,44 persen.

Sektor non-primer juga menguat 1,99 persen, diikuti sektor infrastruktur 1,57 persen, sektor keuangan 1,56 persen, sektor transportasi 0,40 persen, sektor teknologi 0,17 persen, dan sektor properti 0,16 persen.

Adapun dua sektor yang masih berada di zona merah yakni sektor kesehatan yang terkoreksi 0,26 persen serta sektor primer yang turun tipis 0,05 persen.

Pada jajaran saham, PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menjadi top gainers setelah melonjak 31,07 persen ke level Rp135 per saham. Disusul PT Trimitra Properindo Tbk (LAND) yang naik 25,40 persen, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat 25 persen, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) naik 24,77 persen, dan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) yang menguat 24,44 persen.

Sementara itu, pelemahan terdalam dialami PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang turun 14,89 persen ke level Rp240 per saham. Disusul PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang melemah 14,72 persen, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) turun 10,61 persen, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) terkoreksi 10,53 persen, dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) yang turun 9,30 persen.

Analis menilai penguatan IHSG kali ini didorong meningkatnya optimisme investor setelah S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level investment grade dengan prospek stabil, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.* (oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BEI Bantah IHSG Melemah Akibat Pidato Prabowo, Tegaskan Dipicu Ketidakpastian Global
Rupiah Anjlok ke Rp18.109 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Sentimen Domestik Jadi Sorotan
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.913, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama
IHSG Melesat Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.340 Triliun
IHSG Dibuka Menguat, Berbalik Melemah ke Level 5.910, Investor Pantau Arah Pasar
IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Investor Cermati Sentimen Global dan Geopolitik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru