BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Didorong Inflasi Amerika Serikat yang Lebih Rendah

Johan - Rabu, 15 Juli 2026 09:46 WIB
Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Didorong Inflasi Amerika Serikat yang Lebih Rendah
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung


Selain data inflasi, Lukman menilai pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang cenderung lebih lunak (less hawkish) juga memberikan sentimen positif bagi pasar.

Namun, ia menegaskan bahwa faktor utama yang menekan dolar AS tetap berasal dari data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

"Pernyataan Kepala The Fed Kevin Warsh memang cenderung less hawkish. Namun, data inflasi semalam merupakan faktor utama yang menekan dolar AS," katanya.

Meski rupiah diperkirakan masih memiliki peluang untuk menguat, Lukman menilai ruang penguatannya tidak akan terlalu besar.

Hal itu disebabkan harga minyak mentah dunia yang masih bertahan di level tinggi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurutnya, tingginya harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi di dalam negeri sekaligus memperbesar kebutuhan devisa Indonesia untuk impor energi.

Kondisi tersebut berpotensi membatasi penguatan rupiah dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS, dengan kecenderungan tetap menguat apabila tekanan terhadap dolar Amerika Serikat masih berlanjut.* (bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.046! Saham TPIA, BREN, dan BYAN Pimpin Kenaikan
Polres Tanjab Timur Ungkap Kasus Kepemilikan Kulit Harimau Sumatera, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara
Inflasi RI Terkendali, Tito Siapkan Jurus Jaga Harga Pangan dan Pasokan Daerah
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Menkeu Purbaya Ajak Investor Borong Saham
Harga Emas Antam Turun, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,615 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru