BREAKING NEWS
Kamis, 16 Juli 2026

IHSG Dibuka Menguat ke 6.058, Saham Big Caps Kompak Naik

Dharma - Kamis, 16 Juli 2026 10:12 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke 6.058, Saham Big Caps Kompak Naik
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (16/7/2026) dengan pergerakan positif.

Indeks saham utama Indonesia dibuka menguat ke level 6.058,15, didorong kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps seperti AMMN, BMRI, BBNI, hingga BBRI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat naik 0,27 persen atau bertambah 16,17 poin ke posisi 6.058,15 pada pukul 09.01 WIB.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.052,85 hingga sempat menyentuh level tertinggi sementara di 6.063,05.

Pergerakan positif tersebut turut didukung oleh mayoritas saham yang bergerak menguat.

Tercatat sebanyak 231 saham mengalami kenaikan, sementara 140 saham melemah dan 272 saham lainnya bergerak stagnan.

Adapun nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di angka Rp10.610,37 triliun.

Sejumlah saham unggulan menjadi penggerak utama penguatan IHSG.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) tercatat naik 1,60 persen menjadi Rp3.820 per saham.

Selain itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 1,19 persen ke level Rp4.250 per saham.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga mencatat kenaikan sebesar 1,17 persen menjadi Rp3.470.

Penguatan turut terjadi pada saham sektor perbankan lainnya.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,87 persen, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) meningkat 0,71 persen.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga bergerak positif dengan kenaikan 0,60 persen.

BNI Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan tren kenaikan seiring sentimen positif dari pasar global dan kemampuan indeks bertahan di level psikologis penting.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, secara teknikal IHSG menunjukkan sinyal pembalikan arah yang cukup kuat setelah mampu bertahan di atas area penopang utama dalam dua hari perdagangan terakhir.

"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan karena sudah dua hari ini kuat bertahan di support kuat 6.000," ujar Fanny dalam publikasi riset hariannya, Kamis (16/7/2026).

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (15/7/2026), IHSG berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,04 persen.

Meski demikian, aktivitas jual oleh investor asing masih menjadi perhatian karena tercatat mengalami net foreign sell sekitar Rp160 miliar.

Beberapa saham yang menjadi sasaran aksi jual investor asing antara lain TLKM, BRMS, ASII, BBCA, dan ENRG.

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada area dukungan (support) 6.000–6.025.

Sementara itu, batas kenaikan terdekat atau resistance berada di kisaran 6.060 hingga 6.120.

Penguatan IHSG juga mendapat dukungan dari kondisi pasar saham global.

Bursa Wall Street ditutup menguat setelah investor kembali memburu saham-saham teknologi besar.

Pergerakan positif tersebut terjadi setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (Producer Price Index/PPI) Juni yang secara mengejutkan turun 0,3 persen secara bulanan (month on month/MoM).

Penurunan inflasi tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar karena memperkuat harapan investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mencermati dinamika ekonomi global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Setiap keuntungan maupun kerugian akibat keputusan investasi berada di luar tanggung jawab penulis.* (bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.071 per Dolar AS, Ini Faktor yang Mempengaruhi
Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Pemerintah Siapkan Skema Baru
Pelaku UMKM Wajib Tahu! KUR Mandiri 2026 Beri Pinjaman Rp100 Juta dengan Cicilan Ringan
APINDO Sebut ION Bisa Jadi Penggerak Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Digital Indonesia
Hadiri Munaslub APPSI 2026, Gubernur Aceh Mualem Kawal Sinkronisasi Kebijakan Strategis Nasional
Rano Karno Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Ajak Jurnalis Kirim Karya Terbaik hingga 31 Juli
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru