Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang berada di level Rp9.637,99 triliun.
Pada Maret 2026, utang melalui SBN mencapai Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen dari total utang.
Sementara komponen pinjaman tercatat Rp1.267,52 triliun.
Jika dibandingkan dengan posisi Maret, utang pemerintah hingga Juni 2026 bertambah sekitar Rp373,27 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengatakan posisi utang pemerintah hingga Maret 2026 masih berada dalam batas yang aman.
Saat itu, rasio utang terhadap PDB tercatat 40,75 persen.
Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.
"Kalau kita lihat acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB berapa? 60%. Kita masih jauh, masih aman, masih sekitar 40% lebih sedikit, jadi aman," kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Senin, 11 Mei 2026.
Purbaya juga mengatakan rasio utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain.
Dia menyebut rasio utang Singapura berada di level 180 persen terhadap PDB, sedangkan Malaysia lebih dari 60 persen.
"Thailand juga berapa? Tinggi semua. Kita termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekeliling kita. Dibanding AS juga, dibanding Jepang," ungkap Purbaya.
"Jadi kalau lihat dari itu, harusnya Anda puji-puji kita. Cuma nggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus?" tambah Purbaya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.