BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

Pupuk Subsidi Langka dan Dijual Tembus Rp 200 Ribu, Petani Sipirok Pusing Ratapi Panen

Abyadi Siregar - Selasa, 20 Oktober 2026 22:09 WIB
Pupuk Subsidi Langka dan Dijual Tembus Rp 200 Ribu, Petani Sipirok Pusing Ratapi Panen
ilustrasi Sejumlah petani di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi yang disebut dijual hingga Rp 200 ribu. (Foto: kompas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN - Sejumlah petani di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi yang disebut dijual hingga Rp 200 ribu. Padahal, menurut mereka, harga eceran tertinggi (HET) pupuk tersebut hanya Rp 94 ribu.

Keluhan itu disampaikan sejumlah petani yang datang ke Padangsidimpuan pada Selasa (20/10/2026). Mereka menyebut pupuk subsidi sulit diperoleh di kios-kios setempat, sementara pupuk nonsubsidi yang tersedia dijual dengan harga lebih dari Rp 400 ribu.

Salah seorang petani Sipirok, Hendra Pane (51), mengatakan harga pupuk subsidi di pasaran jauh melampaui HET yang diketahuinya. Meski demikian, pupuk tersebut masih sulit ditemukan.

Baca Juga:

"Harga HET hanya Rp 94.000, namun di pasaran rata-rata Rp 200.000, tetapi masih sulit diperoleh," ujar Hendra di Padangsidimpuan, Selasa (20/10/2026).

Menurut Hendra, kondisi tersebut menyulitkan petani memenuhi kebutuhan pupuk untuk lahan pertanian mereka. Sejumlah petani akhirnya terpaksa mempertimbangkan pembelian pupuk nonsubsidi meski harganya jauh lebih mahal.

Lebih dari 10 Kios Disebut Sering Kehabisan Stok

Para petani mengungkapkan, lebih dari 10 kios di Kecamatan Sipirok tidak selalu menyediakan pupuk subsidi. Mereka menyebut stok di gudang maupun kios kerap kosong, sedangkan pupuk nonsubsidi lebih sering tersedia.

Kondisi tersebut membuat petani kesulitan mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan mereka.

Hendra mengatakan kelangkaan dan mahalnya pupuk berdampak terhadap hasil pertanian. Menurutnya, hasil panen petani mengalami penurunan dan kondisi itu dikhawatirkan berujung pada gagal panen apabila persoalan tidak segera diatasi.

"Langka dan tingginya harga pupuk subsidi drastis menyebabkan hasil panen kami jauh merosot, meskipun Bupati Tapsel selalu menggaungkan swasembada pangan," katanya.

Para petani berharap persoalan pupuk subsidi mendapat perhatian serius karena ketersediaannya menjadi salah satu kebutuhan penting dalam kegiatan produksi pertanian.

Petani Minta Distribusi Pupuk Subsidi Ditelusuri

Para petani meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Dinas Pertanian segera menelusuri persoalan distribusi pupuk subsidi di lapangan.

Mereka juga meminta pengawasan diperketat terhadap distributor dan kios penyalur untuk memastikan pupuk subsidi tersedia dan disalurkan sesuai ketentuan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Akses Jalinsum Medan-Sipirok Kembali Dibuka Usai Dibenahi, Truk Roda 6 Diizinkan Lewat
Jalan Amblas di Sipirok! Truk Terperosok hingga Kemacetan Tak Terhindarkan, Jalur Menuju Medan Ditutup Sementara
Tragedi Jam Olahraga: Siswi SD di Padangsidimpuan Meninggal Dekat Pompa Air, Ada Luka Memar di Tubuh
Tiga Wilayah Sumut Diguncang Gempa dalam Sehari, Terkuat 4,1 Magnitudo
Harga Cabai Merah Keriting di Sejumlah Wilayah Sumut Tembus Rp92.500 Per Kilogram, Jauh di Atas HET
Modus Licik Dibalut Batang Pisang, 10 Kg Ganja di Padangsidimpuan Digagalkan Polisi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru