Harga Emas Antam Ambruk Lagi! Kini Rp 2,8 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Jual?
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis, 23 April 2026. Penurunan in
EKONOMI
JAKARTA – Musisi sekaligus dokter ternama, Tompi, mengungkapkan alasan dirinya keluar dari Wahana Musik Indonesia (WAMI) di tengah memanasnya polemik soal royalti di industri musik Tanah Air.
Keputusan tersebut diambil setelah Tompi merasa tidak mendapat kejelasan mengenai sistem perhitungan dan pembagian royalti yang selama ini menjadi isu sensitif di kalangan musisi Indonesia.
Melalui unggahan di Instagram, Tompi menyatakan bahwa ia telah meminta manajernya untuk mengurus proses keluar dari keanggotaan WAMI.
Musisi yang juga dikenal dengan nama asli Teuku Adifitrian ini menyatakan bahwa meskipun sudah beberapa kali menanyakan soal pembagian royalti, jawaban yang diterimanya selalu tidak memuaskan.
"Jadi per kemarin saya sudah minta manager saya @natalia_281 untuk keluar keanggotaan dari @wami.id. Belum pernah puas dan jelas dengan jawaban dari semua yang pernah saya tanyai, 'emang ngitunginnya gimana? Ngebaginya atas dasar apa?'," tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @dr_tompi, Rabu (13/8/2025).
Tompi mengungkapkan bahwa sejak dulu dirinya sudah menaruh perhatian besar terhadap transparansi pengelolaan royalti.
Bahkan, ia mengaku beberapa kali berdiskusi dengan mendiang Glenn Fredly mengenai cara Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) menghitung dan mendistribusikan royalti yang berasal dari konser, pemutaran lagu di media, hingga kafe.
"Dulu sama Glenn, saya beberapa kali diskusi tentang LMK ngutip dan ngebagi royalti dari konser," kata Tompi.
Meski sudah mengajukan berbagai pertanyaan, Tompi merasa jawaban yang diterimanya selalu tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan harapan.
"Jawaban yang nggak masuk akal sehat saya. Dan semakin ke sini, kok semakin kisruh aja," ujarnya, menggambarkan kekecewaannya terhadap sistem yang dianggapnya tidak transparan.
Langkah Tompi keluar dari WAMI bukan hanya sekadar bentuk kekecewaan pribadi, namun juga sebagai protes terhadap sistem yang dinilai belum memberikan keadilan bagi para musisi dan pelaku usaha di dunia musik Indonesia.
Sebagai bentuk protes lanjutan, Tompi memutuskan untuk membebaskan lagu-lagu ciptaannya agar dapat diputar di berbagai pertunjukan, konser, hingga kafe tanpa perlu membayar royalti.
"Silakan yang mau menyanyikan lagu-lagu saya di semua panggung pertunjukan, konser, kafe, mainkan. Saya nggak akan ngutip apa pun sampai pengumuman selanjutnya," tegasnya, menegaskan bahwa musik seharusnya bisa dinikmati dengan adil tanpa memberatkan pihak manapun.
Keputusan Tompi ini mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan warganet.
Banyak yang memuji tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang dinilai tidak adil dan tidak transparan.
Beberapa warganet bahkan berpendapat bahwa jika Glenn Fredly masih hidup, ia pasti akan mendukung langkah serupa mengingat pandangan keduanya soal royalti yang sangat sejalan.
"Kalau bung @glennfredly309 masih ada di sini, dia pasti akan mengatakan yang sama dengan @dr_tompi. Well said dok," komentar salah seorang warganet, mengungkapkan rasa hormat terhadap tindakan Tompi.
Isu royalti musik memang telah lama menjadi sorotan di Indonesia.
Polemik ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), WAMI, hingga para musisi yang terbagi dalam dua kubu, yaitu yang menuntut pembayaran royalti secara ketat, dan yang memilih untuk membebaskan karyanya dari royalti demi kemudahan akses dan promosi.*
(sn/a008)
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis, 23 April 2026. Penurunan in
EKONOMI
SOLO Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan audiensi dengan Presiden RI ke7 Joko Widodo di Solo, Rabu, 22 April 2026. Pertemua
NASIONAL
MEDAN Sejarah Sumatra Utara menyimpan narasi yang selama ini jarang dibaca secara kritis, salah satunya tuduhan praktik kanibalisme yang d
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Rumah tradisional Nias yang dikenal sebagai Omo Hada bukan sekadar hunian, melainkan representasi kebudayaan, struktur sosial, dan k
PARIWISATA
OlehRosita Miladmahesi. SELAMA lebih dari dua dekade, RUU ini hadir sebagai agenda yang berulang, tetapi tanpa penyelesaian yang pasti. Ia
OPINI
JAKARTA Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan larangan duduk di posisi yang berada di antara area panas dan teduh secara bersamaan.
AGAMA
JAKARTA Akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali diperluas melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
EKONOMI
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemer
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melepas keberangkatan 353 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 2 Embarkasi Med
PEMERINTAHAN
BATU BARA Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PC HIMMAH) bersama Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Kabupaten Batu Bara m
PEMERINTAHAN