BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Tompi Beberkan Alasan Keluar dari WAMI, Sebut Pembagian Royalti Tak Transparan: Hitungnya Gimana?

- Rabu, 13 Agustus 2025 12:02 WIB
Tompi Beberkan Alasan Keluar dari WAMI, Sebut Pembagian Royalti Tak Transparan: Hitungnya Gimana?
Musisi sekaligus dokter ternama, Tompi. (foto: tangkapan layar ig dr_tompi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Musisi sekaligus dokter ternama, Tompi, mengungkapkan alasan dirinya keluar dari Wahana Musik Indonesia (WAMI) di tengah memanasnya polemik soal royalti di industri musik Tanah Air.

Keputusan tersebut diambil setelah Tompi merasa tidak mendapat kejelasan mengenai sistem perhitungan dan pembagian royalti yang selama ini menjadi isu sensitif di kalangan musisi Indonesia.

Melalui unggahan di Instagram, Tompi menyatakan bahwa ia telah meminta manajernya untuk mengurus proses keluar dari keanggotaan WAMI.

Musisi yang juga dikenal dengan nama asli Teuku Adifitrian ini menyatakan bahwa meskipun sudah beberapa kali menanyakan soal pembagian royalti, jawaban yang diterimanya selalu tidak memuaskan.

"Jadi per kemarin saya sudah minta manager saya @natalia_281 untuk keluar keanggotaan dari @wami.id. Belum pernah puas dan jelas dengan jawaban dari semua yang pernah saya tanyai, 'emang ngitunginnya gimana? Ngebaginya atas dasar apa?'," tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @dr_tompi, Rabu (13/8/2025).

Tompi mengungkapkan bahwa sejak dulu dirinya sudah menaruh perhatian besar terhadap transparansi pengelolaan royalti.

Bahkan, ia mengaku beberapa kali berdiskusi dengan mendiang Glenn Fredly mengenai cara Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) menghitung dan mendistribusikan royalti yang berasal dari konser, pemutaran lagu di media, hingga kafe.

"Dulu sama Glenn, saya beberapa kali diskusi tentang LMK ngutip dan ngebagi royalti dari konser," kata Tompi.

Meski sudah mengajukan berbagai pertanyaan, Tompi merasa jawaban yang diterimanya selalu tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan harapan.

"Jawaban yang nggak masuk akal sehat saya. Dan semakin ke sini, kok semakin kisruh aja," ujarnya, menggambarkan kekecewaannya terhadap sistem yang dianggapnya tidak transparan.

Langkah Tompi keluar dari WAMI bukan hanya sekadar bentuk kekecewaan pribadi, namun juga sebagai protes terhadap sistem yang dinilai belum memberikan keadilan bagi para musisi dan pelaku usaha di dunia musik Indonesia.

Sebagai bentuk protes lanjutan, Tompi memutuskan untuk membebaskan lagu-lagu ciptaannya agar dapat diputar di berbagai pertunjukan, konser, hingga kafe tanpa perlu membayar royalti.

"Silakan yang mau menyanyikan lagu-lagu saya di semua panggung pertunjukan, konser, kafe, mainkan. Saya nggak akan ngutip apa pun sampai pengumuman selanjutnya," tegasnya, menegaskan bahwa musik seharusnya bisa dinikmati dengan adil tanpa memberatkan pihak manapun.

Keputusan Tompi ini mendapatkan dukungan luas dari masyarakat dan warganet.

Banyak yang memuji tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang dinilai tidak adil dan tidak transparan.

Beberapa warganet bahkan berpendapat bahwa jika Glenn Fredly masih hidup, ia pasti akan mendukung langkah serupa mengingat pandangan keduanya soal royalti yang sangat sejalan.

"Kalau bung @glennfredly309 masih ada di sini, dia pasti akan mengatakan yang sama dengan @dr_tompi. Well said dok," komentar salah seorang warganet, mengungkapkan rasa hormat terhadap tindakan Tompi.

Isu royalti musik memang telah lama menjadi sorotan di Indonesia.

Polemik ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), WAMI, hingga para musisi yang terbagi dalam dua kubu, yaitu yang menuntut pembayaran royalti secara ketat, dan yang memilih untuk membebaskan karyanya dari royalti demi kemudahan akses dan promosi.*

(sn/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru