Kasus Ijazah Jokowi Bergulir, Polisi Periksa 130 Saksi dan 25 Ahli, Uji Forensik Dilakukan
JAKARTA Polda Metro Jaya terus mengusut kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo. Hingga kini, penyidik telah memeriksa
NASIONAL
JAKARTA – Dugaan penipuan rekrutmen anggota kepolisian menyeret nama Adly Fairuz ke ranah perdata setelah korban mengalami kerugian hingga Rp3,65 miliar.
Kasus ini bermula dari janji manis lolos kepolisian yang diiming-imingi oleh Adly Fairuz melalui perantara, Agung Wahyono.
Pengacara Farly Lumopa, kuasa hukum salah satu korban bernama Abdul Hadi, menjelaskan kronologi awal kasus ini.Baca Juga:
Abdul Hadi tertarik mengikuti tawaran tersebut karena ingin anaknya masuk kepolisian.
Agung Wahyono yang bertindak sebagai penghubung disebut menerima sejumlah uang atas nama Adly Fairuz.
"Agung Wahyono diperintah oleh Adly Fairuz untuk mencari orang yang mau masuk kepolisian. Dasarnya dia bilang dia masih keluarga dari mantan penguasa, mengaku sebagai cucunya," ujar Farly Lumopa di Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Permasalahan muncul ketika anak Abdul Hadi gagal lolos seleksi.
Farly kemudian menagih janji pengembalian uang, namun Agung mengaku seluruh dana telah diserahkan kepada sosok "Jenderal Ahmad".
Pertemuan langsung mengungkapkan identitas sebenarnya: Jenderal Ahmad adalah nama samaran Adly Fairuz.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Adly Fairuz sempat menyanggupi pengembalian dana sebesar Rp3,65 miliar secara cicilan Rp500 juta per bulan, sesuai akta notaris di Depok, Jawa Barat.
Namun, setelah pembayaran pertama pada Mei 2024, kewajiban selanjutnya tidak dilanjutkan.
"Setelah bulan Mei dia bayar Rp500 juta, bulan Juni sudah tidak bayar lagi hingga September. Karena itu, atas nama klien saya, kami layangkan gugatan secara perdata," jelas Farly.
Kasus ini menyoroti modus penipuan berbasis janji manis rekrutmen instansi negara yang memanfaatkan kedekatan relasi dan identitas palsu, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap tawaran rekrutmen yang tidak transparan.*
(vo/ad)
JAKARTA Polda Metro Jaya terus mengusut kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo. Hingga kini, penyidik telah memeriksa
NASIONAL
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem koperasi pasar melalui kemitraa
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan pembangunan jembatan baru di Jalan Adi Sucipto, Ga
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak semestinya dibalas dengan laporan
NASIONAL
JAKARTA Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti fenomena meningkatnya kritik publik yang justru berujung pada pelaporan k
POLITIK
MEDAN Mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap menilai isu terkait Partai NasDem yang disebut bakal merger dengan pihak lain sebagai nara
POLITIK
JAKARTA Koordinator Masyarakat AntiKorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas
NASIONAL
JAKARTA Kabar duka datang dari dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang,
NASIONAL
JAKARTA Kinerja sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor dalam beberapa waktu tera
EKONOMI
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim resmi melantik 11 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II di
PEMERINTAHAN