Wakil Ketua Komisi II DPR Dukung Perpres yang Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter
JAKARTA Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang memasukkan LGBTQ sebagai sa
NASIONAL
JAKARTA -Kisah skandal yang melibatkan seorang ASN dengan jabatan mentereng di Kementerian Perhubungan RI telah mencuat ke permukaan. Sosok pria yang dikenal sebagai Asri Damuna, sebenarnya terungkap sebagai pelaku dalam sebuah percakapan tak senonoh dengan seorang YouTuber asal Korea Selatan yang bernama Jiah.
Dalam perkenalan yang terjadi di sebuah restoran, Asri, atau yang kerap disapa AD, dengan tegas mengajak Jiah ke hotelnya, meskipun mereka baru saja bertemu secara tidak sengaja. Apa yang terjadi selanjutnya menjadi bahan pembicaraan hangat di dunia maya.
Namun, kisah ini tidak hanya sekadar tentang ajakan mesum yang terungkap. Terkuak juga bahwa AD, selain sebagai pejabat mentereng, ternyata telah memiliki seorang istri. Sosok istri, Hartian Asri Damuna, juga terlibat dalam cerita ini. Sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Sangia Nibandera, Hartian menyandang jabatan terkait dengan posisi suaminya di kantor.
Reaksi publik pun bervariasi. Ada yang geram dengan perilaku AD yang tidak patut ditiru, ada yang menyayangkan perbuatan mesum yang dilakukan oleh seorang pejabat, sementara yang lain merasa iba terhadap istri dan anak-anak AD yang harus menanggung dampak dari tindakannya.
Kisah ini memberikan pelajaran yang dalam tentang kehidupan ganda, integritas, dan moralitas. Bagaimana seorang yang memiliki jabatan tinggi bisa terjerat dalam perilaku yang melanggar norma-norma sosial. Dalam sorotan kasus ini, tindakan AD menjadi cerminan bagi banyak orang akan bahaya dari ketidakterbukaan dan kejujuran dalam menjalani kehidupan.
Perlu diingat bahwa tindakan AD juga berdampak pada citra pemerintahan dan institusi tempatnya bekerja. Kisah ini menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan disiplin dalam menjalankan tugas publik. Dan lebih dari itu, kisah ini menegaskan bahwa ketika seorang ASN terlibat dalam perilaku yang melanggar aturan dan norma, sanksi yang tegas dan adil harus diberlakukan.
Kita semua harus berupaya untuk menjaga martabat dan integritas institusi serta nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, dan tindakan yang sesuai dengan aturan dan moralitas akan selalu didorong dalam setiap langkah kita.
(N/014)
JAKARTA Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang memasukkan LGBTQ sebagai sa
NASIONAL
MEDAN Anggota DPRD Sumatra Utara, Benny Harianto Sihotang, menemui ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang menggelar aksi unjuk rasa di
NASIONAL
MEDAN Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatra Utara, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Se
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menyiapkan tiga langkah strategis untuk mencegah nelayan melintasi batas wilayah pera
PEMERINTAHAN
JAKARTA Usulan agar Program Magang Nasional diperluas bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencuat
PENDIDIKAN
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap menegaskan proses pengadaan barang dan jasa pemer
PEMERINTAHAN
MUARASABAK Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tanjun
POLITIK
ACEH TIMUR Penampungan minyak hasil penambangan tradisional di Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, terbakar
PERISTIWA
BANDA ACEH Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI) Aceh, Taqwaddin, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi menceta
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan menindaklanjuti berbagai catatan dan rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK
NASIONAL