BREAKING NEWS
Kamis, 16 April 2026

Dokter Gadungan Terungkap, Penipuan di Balik Klinik Pratama Keluarga Sehat

BITVonline.com - Selasa, 19 Maret 2024 05:53 WIB
Dokter Gadungan Terungkap, Penipuan di Balik Klinik Pratama Keluarga Sehat
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEKASI -Sebuah kejadian mengejutkan terungkap di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, saat seorang pria bernama Ingwy Tito Banyu alias Sunaryanto ditangkap oleh kepolisian atas tuduhan menjadi dokter gadungan dan mendirikan klinik ilegal. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi, memastikan bahwa pelaku yang diamankan bukanlah seorang dokter sesuai dengan klaim yang dibuatnya. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan mengenai keberadaan dokter gadungan yang membuka praktik ilegal.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Gogo Galesung, kasus ini terungkap setelah tim kepolisian mendapat laporan dari masyarakat. Tim opsnal dari Polsek Cikarang Selatan melakukan observasi di sekitar tempat kejadian dan berhasil mengamankan pelaku pada Jumat, 15 Maret 2024. Selama penggerebekan, sejumlah barang bukti seperti potongan baju dokter, stetoskop, daftar pasien berobat, dan resep dokter berhasil disita.

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Rudy Wiransyah Setiono, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) milik pelaku di Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Hasilnya, tidak ditemukan adanya STR atau SIP atas nama pelaku, yang memperkuat dugaan bahwa pelaku memang merupakan dokter gadungan. Klinik yang didirikan oleh pelaku, yakni Klinik Pratama Keluarga Sehat, juga tidak memiliki izin resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

Lebih lanjut, hasil penyidikan mengungkap bahwa nama asli pelaku adalah Sunaryanto, bukan Ingwy Tito Banyu sebagaimana yang ia klaim. Klinik Pratama Keluarga Sehat ternyata telah beroperasi selama lima tahun sejak tahun 2019, tanpa memiliki izin resmi dan mengatasnamakan seorang dokter gadungan. Motif dari pelaku pun terkuak, dimana ia mengaku melakukan bisnis tersebut semata untuk memperoleh keuntungan secara cepat.

Kejadian ini mencuatkan tindakan penipuan yang melibatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kritik terhadap penegakan hukum dan regulasi perizinan juga muncul, menyoroti kelemahan dalam sistem pengawasan dan perlindungan terhadap konsumen. Kini, kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap peran serta pihak lain yang mungkin terlibat dalam praktik ilegal ini.

Tindak kejahatan semacam ini memberikan cerminan yang mengkhawatirkan bagi masyarakat akan pentingnya memeriksa kredibilitas dan keabsahan praktik kesehatan sebelum mempercayakan diri pada pihak yang bersangkutan. Diharapkan, langkah-langkah pencegahan dan penindakan lebih tegas dapat diterapkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman serupa di masa depan.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru