Kemnaker Fokus Penguatan Sistem Hubungan Industrial Tahun 2026 untuk Lindungi Pekerja
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
JAKARTA -Kejaksaan Agung menjadi saksi bisu atas laporan yang mengguncang panggung politik dan ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak gentar melangkah ke depan, membawa cerita yang mengejutkan tentang dugaan korupsi dana di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Dalam laporannya kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin, Sri Mulyani mengungkap fakta mengejutkan yang menyorot ketidakberesan di koridor keuangan negara. Tim terpadu yang dibentuk oleh Kementerian Keuangan, bersama LPEI, BPKP, JAMDatun, dan Inspektorat Kemenkeu, telah menjelajahi labirin kasus ini, menggali setiap celah yang mencurigakan. Dalam sorotan tajam Sri Mulyani, terungkap bahwa 4 debitur di LPEI diduga terlibat dalam aksi penipuan dengan jumlah pinjaman mencapai Rp 2,5 triliun.
Perusahaan-perusahaan besar seperti RII, SMS, SPV, dan PRS terlibat dalam dugaan aksi kecurangan yang merugikan negara secara signifikan. Total dana yang terkait dengan dugaan fraud ini menggegerkan publik dengan angka fantastis Rp 2,5 triliun. Burhanuddin, dalam komentarnya, menegaskan pentingnya penindakan cepat terhadap kasus ini. Peringatan keras ditujukan kepada perusahaan yang tidak kooperatif dalam proses investigasi, dengan ancaman konsekuensi hukum yang serius.
Keberanian Sri Mulyani membuka pintu rahasia di balik pengelolaan dana publik menimbulkan gelombang reaksi di kalangan masyarakat. Tanggapan publik terhadap skandal ini menciptakan tekanan besar bagi pemerintah untuk bertindak tegas dalam memberantas korupsi dan menjaga integritas sektor keuangan.
Ketegangan politik semakin memanas dengan munculnya kasus ini, menimbulkan pertanyaan yang mendesak: siapa dalang di balik layar? Masyarakat menuntut transparansi dan keadilan dalam menangani kasus ini. Keberanian Sri Mulyani dan kebijaksanaan Jaksa Agung Burhanuddin menjadi sorotan utama dalam menjaga keadilan dan mengembalikan kepercayaan publik pada sistem hukum dan keuangan Indonesia.
Tidak ada lagi tempat bagi para penjahat korupsi dalam koridor negara. Kasus ini bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang keadilan, integritas, dan masa depan Indonesia.
(K/09)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Jaminan Hidup bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah lo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai tuntutan hukuman mati bagi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dengan suara bergetar dan mata berkacakaca, ibunda Fandi Ramadhan, Nirwana, menyampaikan permohonan penuh haru agar putranya di
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 418 warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru,
EKONOMI
MEDAN Pada malam ke3 bulan suci Ramadhan, Ustad Jumana Farid menekankan pentingnya sholat sebagai tiang agama dalam tausyiah singkat ya
AGAMA
JAKARTA Biaya politik yang tinggi disebut sebagai salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia. Direktur Indonesia Political Review (I
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai pengakuan Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatak
POLITIK
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menyambut awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat
NASIONAL