Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
MEDAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali mencetak prestasi gemilang dalam pemberantasan narkoba.
Sebanyak 100 kilogram sabu berhasil disita dari jaringan narkoba antarprovinsi, yang dikendalikan oleh pelaku dari berbagai wilayah.
Polisi berhasil menangkap empat tersangka dalam penggerebekan di tiga lokasi berbeda, termasuk di Provinsi Banten.
Empat pelaku yang ditangkap adalah CT (perempuan), JUL (pria), serta pasangan suami istri SUM (pria) dan K (perempuan).
Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan (Sumsel).
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan, kasus ini terbongkar setelah CT ditangkap di parkiran Brastagi Supermarket, Jalan Gatot Subroto Medan, saat hendak mengambil mobil berisi 33 kg sabu dalam kompartemen tersembunyi.
Pengembangan kasus mengarah ke rumah mewah di Komplek Tasbih I Blok SS No. 54, Kota Medan, yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan dan pengemasan sabu.
Di lokasi itu, polisi menangkap JUL, warga asal Aceh, dan menemukan 39 kg sabu, mesin vacuum press, bungkus kopi kosong, serta alat komunikasi.
"CT dikendalikan oleh DPO bernama Bob melalui aplikasi komunikasi terenkripsi Zangi. Ia berperan mencari sopir untuk mengantar mobil yang berisi sabu," ungkap Calvijn dalam konferensi pers.
Selanjutnya, penangkapan dilakukan terhadap SUM dan K, pasutri yang bertugas sebagai kurir.
Mereka ditangkap di Merak, Banten, saat turun dari kapal feri.
Keduanya membawa 28 kg sabu yang akan dikirim ke Jakarta, dan dijanjikan bayaran sebesar Rp300 juta.
"Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pasangan ini sudah dua kali berhasil mengirim sabu ke Jakarta, dengan total 53 kg. Penangkapan dilakukan lewat operasi gabungan bersama Polda Sumsel," lanjut Calvijn.
Polisi menyebut jaringan ini sangat terorganisir dan menggunakan teknologi komunikasi canggih untuk menghindari pelacakan.
Total nilai sabu yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan, pihaknya akan terus mengejar pelaku lainnya dan memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Sumut dan sekitarnya.
"Ini adalah bagian dari komitmen Polda Sumut dalam memberantas narkoba. Kami akan terus memburu jaringan yang terlibat, hingga ke akar-akarnya," tegas Ferry.
Para tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Mapolda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.*
(vv/a008)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN