Resmi! Kejagung Ambil Alih Tiga Perkara Korupsi dari Polri, Ini Alasannya
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menerima pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi yang sebelumnya ditangani Korps Pemberantasan T
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali mencetak prestasi gemilang dalam pemberantasan narkoba.
Sebanyak 100 kilogram sabu berhasil disita dari jaringan narkoba antarprovinsi, yang dikendalikan oleh pelaku dari berbagai wilayah.
Polisi berhasil menangkap empat tersangka dalam penggerebekan di tiga lokasi berbeda, termasuk di Provinsi Banten.
Empat pelaku yang ditangkap adalah CT (perempuan), JUL (pria), serta pasangan suami istri SUM (pria) dan K (perempuan).
Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan (Sumsel).
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan, kasus ini terbongkar setelah CT ditangkap di parkiran Brastagi Supermarket, Jalan Gatot Subroto Medan, saat hendak mengambil mobil berisi 33 kg sabu dalam kompartemen tersembunyi.
Pengembangan kasus mengarah ke rumah mewah di Komplek Tasbih I Blok SS No. 54, Kota Medan, yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan dan pengemasan sabu.
Di lokasi itu, polisi menangkap JUL, warga asal Aceh, dan menemukan 39 kg sabu, mesin vacuum press, bungkus kopi kosong, serta alat komunikasi.
"CT dikendalikan oleh DPO bernama Bob melalui aplikasi komunikasi terenkripsi Zangi. Ia berperan mencari sopir untuk mengantar mobil yang berisi sabu," ungkap Calvijn dalam konferensi pers.
Selanjutnya, penangkapan dilakukan terhadap SUM dan K, pasutri yang bertugas sebagai kurir.
Mereka ditangkap di Merak, Banten, saat turun dari kapal feri.
Keduanya membawa 28 kg sabu yang akan dikirim ke Jakarta, dan dijanjikan bayaran sebesar Rp300 juta.
"Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pasangan ini sudah dua kali berhasil mengirim sabu ke Jakarta, dengan total 53 kg. Penangkapan dilakukan lewat operasi gabungan bersama Polda Sumsel," lanjut Calvijn.
Polisi menyebut jaringan ini sangat terorganisir dan menggunakan teknologi komunikasi canggih untuk menghindari pelacakan.
Total nilai sabu yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan, pihaknya akan terus mengejar pelaku lainnya dan memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Sumut dan sekitarnya.
"Ini adalah bagian dari komitmen Polda Sumut dalam memberantas narkoba. Kami akan terus memburu jaringan yang terlibat, hingga ke akar-akarnya," tegas Ferry.
Para tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Mapolda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.*
(vv/a008)
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menerima pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi yang sebelumnya ditangani Korps Pemberantasan T
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi III DPR RI memutuskan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengawasi penanganan tiga perkara dugaan korupsi yang saat in
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri resmi menetapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Di tengah dominasi smartphone layar penuh, perusahaan teknologi Clicks mencoba menghadirkan kembali pengalaman menggunakan ponse
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Bareskrim Polri mengungkap kronologi penangkapan sembilan tersangka dalam kasus penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polr
HUKUM DAN KRIMINAL
SYDNEY Pengadilan Distrik New South Wales, Australia, menjatuhkan hukuman penjara selama enam tahun lima bulan kepada Surya Subekti (45)
HUKUM DAN KRIMINAL
DEPOK Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa tujuan utama mempelajari AlQur&039an bukan hanya untuk menambah penget
AGAMA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah memenuhi undangan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipid
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin menunjuk Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus)
SOSOK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tidak menjual Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis kepada pihak asin
EKONOMI