Terbongkar! Rencana Penyerangan Aktivis KontraS Andrie Yunus Ternyata Sudah Disusun Sejak Lama
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta membongkar dugaan rencana penyerangan terhadap aktivis Andrie Yunus yang melibatkan empat anggota
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Dalam beberapa kesempatan resmi, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya tidak akan memberi ampun bagi pihak-pihak yang terbukti merampok uang rakyat.
Dalam wawancara yang dilakukan oleh Bitv dengan sejumlah tokoh masyarakat, banyak yang menilai bahwa praktik korupsi di era pemerintahan sebelumnya, di bawah Presiden Joko Widodo, terjadi dalam skala besar. Masyarakat berharap pemerintahan Prabowo berani menindak tegas para pejabat yang terlibat korupsi.
"Pak Prabowo harus berani membasmi pejabat-pejabat yang mencuri uang rakyat. Kami siap mendukung pemerintahannya asalkan dijalankan dengan jujur dan sesuai sumpah jabatan," ujar salah satu tokoh masyarakat.
Kejagung Gerebek Rumah Bos Sritex, Sita Uang Rp 2 Miliar
Secara terpisah, Kejaksaan Agung (Kejagung) terus menunjukkan langkah konkret dalam pemberantasan korupsi. Pada Senin (30/6), penyidik Kejagung menggeledah rumah Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto.
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita uang tunai senilai Rp 2 miliar serta sejumlah dokumen penting. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, pada Selasa (1/7/2025).
"Dalam penggeledahan tersebut, penyidik melakukan penyitaan terhadap dokumen dan sejumlah uang," ujar Harli.
Ia merinci, uang Rp 2 miliar tersebut terbagi dalam dua bagian, masing-masing berisi uang pecahan Rp 100 ribu. Pada kedua bungkus uang itu terdapat catatan dari PT Bank Central Asia (BCA) Cabang Solo, masing-masing bertanggal 20 Maret 2024 dan 13 Mei 2024.
Penggeledahan Lanjutan di Beberapa Lokasi
Pada hari yang sama, penyidik juga menggeledah rumah mantan Direktur Keuangan Sritex berinisial AMS dan menyita dokumen serta dua unit handphone. Sementara di rumah CKN, Manajer Treasury Sritex yang berlokasi di Kampung Margoyudan, Surakarta, penyidik tidak menemukan barang bukti terkait kasus tersebut.
Tak berhenti di situ, Kejagung juga menggeledah sejumlah perusahaan yang diduga terafiliasi dengan Sritex, seperti PT Sari Warna Asli Textile Industry, PT Multi Internasional Logistic, dan PT Senang Kharisma Textile di Kabupaten Karanganyar. Dari lokasi tersebut, penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik berupa flashdisk.
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta membongkar dugaan rencana penyerangan terhadap aktivis Andrie Yunus yang melibatkan empat anggota
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Sumatera Bagian Utara, Muhammad Chusnul, mengun
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya standarisasi operasional prosedur (SOP) dalam prosesi ijab kabul pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu menerima audiensi manajemen RSU Eshmun di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (29/4/2026).Dalam
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan memusatkan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di GOR As
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan keluarga dan pembangunan masyarakat mel
PEMERINTAHAN
MEDAN Tahapan pemberangkatan jamaah calon haji asal Kabupaten Asahan memasuki fase akhir. Kloter 7 Tahun 1447 H/2026 M resmi dilepas dar
PEMERINTAHAN
BANDAR LAMPUNG Mantan Gubernur Lampung periode 20192024, Arinal Djunaidi resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelak
NASIONAL
CILACAP Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah menargetkan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam jumlah besar
NASIONAL