Ribuan Warga Padati Liga Camat Cup Muarasabak Barat, Atmosfer Voli Memanas
MUARASABAK BARAT Ribuan warga memadati arena pertandingan Liga Camat Cup bola voli yang digelar di Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak
OLAHRAGA
Jakarta – Polisi kembali mengungkap kasus mafia judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dengan total uang yang disita kini mencapai Rp 78,3 miliar. Kasus ini berawal dari pengungkapan jaringan yang membuka akses terhadap situs judi online ilegal (judol). Pada Minggu (1/12/2024), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menyita sejumlah aset, termasuk uang tunai, perhiasan, barang mewah, hingga properti yang terkait dengan jaringan judi online tersebut.
“Total uang yang berhasil disita hingga kini adalah Rp 78,3 miliar. Jumlah ini termasuk tambahan Rp 1,4 miliar yang baru disita dari dua tersangka baru, yakni AA dan F alias 2,” kata Ade dalam konferensi pers. Sebelumnya, polisi telah menyita Rp 76,9 miliar dari para tersangka yang lebih dulu ditangkap. Selain uang tunai, penyidik juga berhasil menyita sejumlah barang berharga lainnya, termasuk saldo rekening, perhiasan, dan barang mewah.
Polisi melaporkan bahwa total saldo rekening dan e-commerce yang diblokir mencapai Rp 29,8 miliar, sementara 63 perhiasan senilai Rp 2 miliar dan 13 barang mewah senilai Rp 315 juta juga berhasil diamankan. Salah satu barang mewah yang disita adalah 13 jam tangan branded seperti Rolex, Patek Philippe, dan Louis Vuitton senilai total Rp 3,7 miliar, serta 390,5 gram emas senilai Rp 5,8 miliar.
Penyidik juga berhasil menyita 26 unit mobil mewah termasuk Subaru, Mercedes Benz, dan BMW, serta tiga unit motor dengan nilai total sekitar Rp 22 miliar. Di samping itu, sejumlah barang lain seperti 22 lukisan senilai Rp 192 juta, 11 unit tanah dan bangunan senilai Rp 25 miliar, serta barang elektronik seperti handphone, laptop, dan komputer juga diamankan. Selain itu, tiga pucuk senjata api dan 250 butir peluru turut disita.
Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 26 orang sebagai tersangka dalam kasus ini dan semuanya ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Selain itu, pihak kepolisian juga memburu empat orang berinisial J, JH, F, dan C yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kasus mafia judi online ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk oknum pegawai di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang diduga memfasilitasi pembukaan akses terhadap situs judi ilegal. Oleh karena itu, polisi juga mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan para pejabat dan pegawai Komdigi dengan menggunakan pasal suap dan gratifikasi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengungkapkan bahwa penyidik telah memeriksa 18 saksi terkait kasus ini. Polisi akan terus mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, baik dari kalangan internal Komdigi, bandar judi, maupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam kejahatan ini. “Kami akan memproses seluruh pihak yang terlibat dalam kasus ini. Tindak pidana perjudian dan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum aparatur negara akan diusut hingga tuntas,” tegas Karyoto dalam konferensi pers sebelumnya.
Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan beberapa pasal, antara lain Pasal 303 KUHP tentang perjudian, Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Selain itu, para tersangka juga diancam dengan pasal-pasal yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, yakni Pasal 12 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan perjudian online yang merugikan negara dan masyarakat. Proses hukum yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menjaga agar kejahatan serupa tidak terulang di masa mendatang.
(JOHANSIRAIT)
MUARASABAK BARAT Ribuan warga memadati arena pertandingan Liga Camat Cup bola voli yang digelar di Kelurahan Rano, Kecamatan Muarasabak
OLAHRAGA
BANDA ACEH Polda Aceh mengungkap ratusan kasus kejahatan konvensional sepanjang Januari hingga Juni 2026. Kasus yang berhasil diungkap d
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU Komandan Distrik Militer (Kodim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membantah tudingan yang menyebut personel TNI
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah nama pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kope
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3
EKONOMI
DELI SERDANG Aksi pencurian besi kembali terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kali ini, pagar besi Monumen DR TD Pardede d
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan revisi UndangUndang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) akan memperkuat kewe
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menanggapi santai sorotan publik terkait prosesi adat yang memperlihatkan Presiden
POLITIK
JAKARTA Sidang praperadilan yang diajukan Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026), diwarnai insiden yang diseb
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Fakta baru kembali mencuat dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Papan Tulis Interaktif (Smartboard) pada Dinas Pendidikan Kabupat
HUKUM DAN KRIMINAL