8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
SIDOARJO – Tim gabungan dari Polda Jawa Timur yang terdiri atas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terus menunjukkan progres signifikan dalam penyidikan kasus ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo.
Setelah status kasus ini resmi naik ke tahap penyidikan pada 9 Oktober 2025, penyidik mulai memanggil saksi-saksi baru guna mendalami dugaan unsur kelalaian atau tindak pidana yang menyebabkan bangunan tersebut roboh dan menewaskan puluhan santri.
"Proses penegakan hukum ini telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kami fokus mengumpulkan bukti dan mencari pihak yang bertanggung jawab," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).Baca Juga:
Menurut Jules, tim penyidik kini memfokuskan langkahnya untuk mengidentifikasi tersangka melalui keterangan saksi yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan proses pembangunan dan pengelolaan bangunan musala.
"Tidak serta merta 17 saksi yang telah diperiksa di tahap penyelidikan dilepaskan begitu saja. Kami akan memanggil saksi baru pekan ini untuk memperkuat bukti," jelasnya.
Jules menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Ia juga meminta publik bersabar dan menghormati jalannya proses penyidikan.
"Kami mohon pengertiannya. Proses hukum tetap berjalan, namun kami tentu tidak tergesa-gesa. Semua harus berdasarkan alat bukti yang sah," katanya.
Sebelumnya, tragedi ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny menyisakan duka mendalam.
Sedikitnya 50 santri dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kegagalan struktur bangunan. Namun hingga kini, Polda Jatim masih mendalami seluruh kemungkinan, termasuk aspek perencanaan, konstruksi, hingga pengawasan proyek.
Pihak kepolisian belum mengungkap jumlah pasti saksi tambahan yang akan diperiksa, karena masih bersifat tentatif dan menyesuaikan perkembangan hasil penyidikan di lapangan.*
(bs/a008)
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA Layanan media sosial milik Meta, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook, dilaporkan mengalami gangguan pada Jumat malam (12/6/202
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menelusuri klaim mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menyebut adany
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan sepeda motor listrik untuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Ju
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman dan mencukupi untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perj
PEMERINTAHAN
MEDAN Dewan Pengawas Perum Bulog, Frans B. M. Dabukke, meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Pangan (Banpang) di Sumatera Utara un
EKONOMI
JAKARTA Layanan media sosial Facebook dan Messenger dilaporkan mengalami gangguan massal di berbagai negara pada Jumat, 12 Juni 2026. Gang
SAINS DAN TEKNOLOGI
BALI Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner resmi melepas masa lajang setelah melangsungkan akad nikah dengan selebritas Jennifer Coppen, J
ENTERTAINMENT
JAKARTA Polda Metro Jaya menjelaskan alasan tidak diperbolehkannya massa mahasiswa menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta P
PERISTIWA