Berdasarkan data ESDM, nilai ekonomi pasir kuarsa dari Bangka Belitung mencapai puluhan miliar rupiah per tahun, sebagian besar diekspor untuk industri kaca, semikonduktor, dan panel surya.
Namun, kontribusi terhadap pendapatan daerah masih belum sebanding dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
"Kalau dibiarkan, Bangka Belitung hanya akan jadi korban eksploitasi, sementara pajaknya lari entah kemana," pungkas Juli Ramadhani.*