Lawan Teror Pinjol Ilegal, PWI dan AFPI Bekali Wartawan lewat Workshop Jurnalistik
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat kolaborasi dalam
NASIONAL
TAPANULI SELATAN – Kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara kembali menjadi sorotan publik.
Ketua Umum Pergerakan GEMMA PETA INDONESIA, Baron Harahap, menyoroti sidang Tipidkor di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (5/11/2025), sebagai bukti rusaknya moral pejabat dan praktik loyalitas yang mengesampingkan integritas.
Menurut Baron, kasus ini menunjukkan bagaimana seorang kepala daerah memilih pembantunya berdasarkan loyalitas semata, sehingga membentuk pemerintahan adikuasa untuk keuntungan pribadi yang dibentengi pejabat-pejabat loyal.Baca Juga:
"Serigala tidak akan berkumpul dengan harimau begitu juga para perampok tidak akan berkumpul dengan pengemis, publik mesti cerdas melihat ini," ujar Baron Harahap, Kamis (6/11/2025).
Dalam tuntutan JPU KPK, Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Grup, Muhammad Akhirun Piliang alias Kirun, dituntut tiga tahun penjara.
Sementara anaknya, Mora Muhammad Reyhan Dulasmi Piliang, dituntut dua tahun enam bulan.
Kedua terdakwa disebut telah memberikan suap sebesar Rp 4,5 miliar kepada sejumlah pejabat, termasuk Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, sebagai "uang pelicin" agar memenangkan tender proyek jalan Sipiongot–batas Labuhan Batu Selatan dan jalan Hutaimbaru–Sipiongot.
Baron Harahap menilai praktik ini merupakan warisan buruk dari pemerintahan sebelumnya.
Ia menyoroti seorang pejabat yang membeli kendaraan roda empat bekas, tidak dibalik nama, dan tidak dicatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Setelah lima tahun didepak dari jabatan strategis, pejabat tersebut kini kembali diberi jabatan strategis.
"Pejabat ini mungkin lupa bahwa LHKPN adalah informasi publik yang bisa dikonsumsi seluruh rakyat Indonesia dan ada pasal yang mengatur pembohongan publik, dari isu yang berkembang ia merupakan kepercayaan dan atau dimentori oleh Bupati 10 tahun memerintah jadi wajar kalau masa bupati sekarang ia kembali diberi jabatan strategis, publik mesti cerdas," jelas Baron.
Lebih jauh, Baron menekankan dampak moral pejabat terhadap kepercayaan publik.
"Ketika Moral Pejabat rusak pasti meruntuhkan Kepercayaan Publik, pergerakan akan lahir dari itu, namun yang lebih miris pergerakan selalu di nilai garis keras, karna manusia dungu tidak akan berfikir kenapa ada pergerakan?" terang Baron Harahap.
Baron juga mengingatkan bahwa komunitas terbentuk dari rasa persamaan dan kenyamanan.
"Mereka akan bertengkar ketika ada yang menikam atau berkhianat dari belakang tetapi hal ini akan di maafkan ketika si pengkhianat masih dibutuhkan dalam komunitas. Semestinya seorang kepala daerah berfikir sebaliknya, ketika pembantu disuruh merampok, tidak tertutup kemungkinan suatu saat ia akan merampok majikannya, ulang masada tu roha munu," tutup Baron Harahap.*
(ad)
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat kolaborasi dalam
NASIONAL
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menjemput kedatangan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di Bandara M
NASIONAL
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil riset dan inovasi dalam 12 klaster kepada Presiden Prabowo Subianto di
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menegaskan bahwa permohonan prapera
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Ru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (yearonyear/yoy) mendapat apresiasi
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab banyaknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).Kami melihat beberapa sebab,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menjadi menteri paling tidak beruntung karena harus menghadapi berbagai t
EKONOMI