Airin Rico Waas Soroti Pentingnya Mendongeng untuk Tingkatkan Literasi dan Numerasi Anak Usia Dini
MEDAN Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya kegiatan mendongeng sebagai sarana untuk meningkatkan
PENDIDIKAN
JAKARTA -Sebanyak tujuh tahanan kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/11) dini hari. Kejadian ini menghebohkan pihak berwenang karena salah satu di antara mereka adalah Murtala Ilyas (42), seorang narapidana narkoba yang merupakan bos sabu jaringan Aceh, yang ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat dengan barang bukti 110 kilogram sabu pada tahun ini.
Murtala Ilyas, yang dikenal sebagai residivis narkotika, sebelumnya mengendalikan peredaran sabu dengan rute internasional, melibatkan Malaysia, Aceh, Medan, dan Jakarta. Ia bersama enam tahanan lainnya berhasil melarikan diri setelah menjebol teralis di ruang tahanan. Setelah merusak teralis, mereka melanjutkan pelarian dengan melompat keluar dan kabur melalui gorong-gorong yang ada di sekitar lokasi.
Pantauan di lokasi pada Kamis (14/11), terlihat gorong-gorong yang digunakan para tahanan untuk melarikan diri. Gorong-gorong tersebut berukuran sekitar 1,5 x 1 meter dan berada di sisi samping bagian belakang Rutan Salemba. Meskipun air di dalam gorong-gorong tidak deras, lokasi tersebut cukup gelap dan sempit, memberikan peluang bagi tahanan untuk bersembunyi dan melarikan diri.
Di sekitar gorong-gorong, tampak adanya bekas teralis yang sebelumnya dijebol oleh para tahanan. Meskipun bekas kerusakan itu masih terlihat, petugas telah memasang lapisan teralis baru sebagai upaya untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kadiv Pemasyarakatan (PAS) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jakarta, Tony Nainggolan, mengonfirmasi kaburnya tujuh tahanan tersebut. “Tujuh tahanan, yang kebanyakan merupakan narapidana kasus narkoba, diduga melarikan diri dengan cara menjebol teralis kamar tahanan,” ujarnya.
Usai kejadian, petugas Rutan Salemba kini diperiksa untuk mengetahui sejauh mana kelalaian yang terjadi. Tony menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menyelidiki kejadian ini lebih lanjut. “Kami akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi mendalam terkait pelarian ini,” tegas Tony.
Terkait keamanan setelah insiden ini, pihak Rutan Salemba dan Ditjenpas berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan instansi terkait. Tony juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat pasca-kejadian ini.
Sejak kaburnya tujuh tahanan tersebut, petugas kepolisian telah melakukan pencarian intensif untuk menangkap mereka kembali. Namun, hingga saat ini, pihak berwenang belum mengungkapkan keberadaan para tahanan yang kabur.
(N/014)
MEDAN Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya kegiatan mendongeng sebagai sarana untuk meningkatkan
PENDIDIKAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak mahasiswa membangun pola pikir wirausaha atau entrepreneurial mindset sebagai be
PENDIDIKAN
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan mekanisme pemberian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (
EKONOMI
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Militer Jakarta Timur meminta agar aktivis KontraS, Andrie Yunus, dihadirkan sebagai saksi korban dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Legislator PDIP di Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyoroti keras insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stas
POLITIK
CILACAP Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada energi paling lambat pada akhir 2029. Pemerintah di
NASIONAL
JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki dasar konstitusional dan merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional ya
NASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran terpantau bervariasi pada perdagangan hari ini. Cabai rawit merah ter
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah memastikan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta api (KA) di Indonesia berasal
EKONOMI
BEKASI PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan tidak ada perbedaan standar keselamatan antara penumpang perempuan dan lakilaki di laya
NASIONAL