Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Kami Kecewa, Suporter Lebih Kecewa
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA – Tersangka pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma, atau akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukannya terkait dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Joko Widodo dilakukan dengan menggunakan ilmu perilaku yang juga diajarkan di Central Intelligence Agency (CIA) dan Federal Bureau of Investigation (FBI).
Dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/2/2026), Dokter Tifa menegaskan bahwa bidang keilmuan yang ditekuninya bukan ilmu ghaib, melainkan ilmu perilaku yang lazim digunakan di badan intelijen dan kepolisian.
"Ilmu yang saya gunakan untuk meneliti perilaku Joko Widodo terkait ijazah ini adalah ilmu yang diajarkan di CIA, diajarkan di FBI, di badan intelijen polisi. Jadi ilmu saya itu bukan ilmu ghaib, ilmu yang sangat biasa," ujarnya.Baca Juga:
Dokter Tifa menjelaskan bahwa keanehan perilaku muncul saat Bareskrim Polri pada 22 Mei 2025 menampilkan dua spesimen ijazah yang berbeda.
Satu ditunjukkan di papan presentasi, sedangkan satunya lagi disebut berasal dari adik ipar Jokowi.
Menurut Tifa, kondisi ini menimbulkan tanda tanya dan memunculkan hipotesis bahwa publik diberikan "petunjuk" untuk meneliti lebih lanjut.
"Pada saat yang sama muncul dua spesimen ijazah yang berbeda. Ini menarik. Saya berpikir apakah sebetulnya Bareskrim sedang memberikan klu kepada peneliti untuk meneliti lebih lanjut," tambahnya.
Lebih jauh, Tifa menegaskan bahwa hingga saat ini telah ada enam versi ijazah Jokowi yang diperlihatkan ke publik.
Tujuan versi-versi ini, menurutnya, adalah untuk meyakinkan masyarakat bahwa mantan presiden tersebut merupakan lulusan asli Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Padahal, tidak ada satu pun ijazah yang identik dengan lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985," tegas Dokter Tifa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Joko Widodo maupun UGM terkait klaim terbaru ini.
Pernyataan Dokter Tifa diprediksi akan kembali memicu perdebatan publik, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.*
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat
PERISTIWA
GAYO LUES Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap personel kepolisian akan dilakukan sec
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m
OPINI
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait perkara dugaan ko
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, membantah tuduhan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah yang dipimpinnya akan tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbaga
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) membantah pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesej
NASIONAL