Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memuncak
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan upaya mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk membungkam Pansus Haji DPR melalui pemberian suap senilai USD 1 juta atau setara Rp 17 miliar.
Uang tersebut diduga berasal dari dana calon jemaah haji khusus yang disetor ke sejumlah biro travel.
Deputi Bidang Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan, perintah pemberian uang itu ditolak oleh anggota Pansus yang berintegritas.Baca Juga:
"Dengan adanya dugaan pemberian ke Pansus, memang ada upaya dari YCQ ketika Pansus ini bersidang. Ada upaya untuk memberikan sesuatu, tetapi ditolak. Alhamdulillah, Pansus-nya sangat bagus, berintegritas, jadi ditolak pemberian tersebut," ujar Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Asep menambahkan, pihak Pansus yang menjadi informan telah dimintai keterangan. Namun, rincian lengkap akan terungkap dalam proses persidangan.
"Yang menjadi perantara sudah kita minta keterangan, nanti di persidangan ada perantaranya. Jumlahnya sekitar 1 juta US Dollar, tapi ditolak," jelasnya.
Menurut Asep, upaya suap tersebut terkait dengan pembagian kuota haji tambahan yang dilakukan Yaqut.
Awalnya, kuota tambahan sebesar 20 ribu jemaah dibagi 50% untuk haji reguler dan 50% untuk haji khusus, berbeda dari aturan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang mengatur 92% haji reguler dan 8% haji khusus.
"Makanya di forum-forum resmi di DPR itu tidak disampaikan bahwa kuota tambahan dibagi 50%-50%. Anggota Pansus tahunya tetap 92% dan 8%. Baru setelah pelaksanaannya berjalan dan ada uangnya, YCQ berusaha memberikan ke Pansus. Tapi karena ditolak, akhirnya disimpan," ungkap Asep.
Kasus ini merupakan bagian dari penyidikan KPK terhadap dugaan korupsi kuota tambahan haji 2023-2024.
Yaqut kini berstatus tersangka dan telah ditahan, sementara mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex), juga ditetapkan tersangka, tetapi belum ditahan.*
(lp/ad)
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyambut positif kebijakan pemerintah terkait penerapan anggaran m
OLAHRAGA
MEDAN Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik dan mainan yang berada di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (20
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, M.I.Kom atau yang akrab disapa Om Sur, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat A
AGAMA
MEDAN Kebakaran hebat melanda empat kapal ikan yang sedang bersandar di dermaga Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Bela
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat politik senior Boni Hargens menilai pelibatan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam jabatan sipil merupa
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen seca
EKONOMI
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim terhadap empat anggota Badan Intel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi dalam waktu dekat
EKONOMI
JAKARTA Roy Suryo berencana mengajukan penangguhan penahanan setelah ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran tudin
HUKUM DAN KRIMINAL