BREAKING NEWS
Jumat, 31 Juli 2026

Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Dibatalkan, KPK Apresiasi Masyarakat

Dharma - Senin, 23 Maret 2026 22:20 WIB
Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Dibatalkan, KPK Apresiasi Masyarakat
Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) ditahan KPK setelah diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji. (Foto: liputan6)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membatalkan status tahanan rumah yang dijalani mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut.

Keputusan tersebut diambil setelah KPK memastikan bahwa penyidikan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 ini masih terus berlanjut dan tidak akan ada pelonggaran dalam tempo penyidikan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya pada Senin (23/3/2026), menyampaikan bahwa setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Jakarta Timur, Gus Yaqut kini kembali menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Baca Juga:

"Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada publik yang terus mengawal proses penyidikan kasus ini," ungkap Budi.

Menurut Budi, pengalihan status penahanan ini bukanlah karena alasan kesehatan, melainkan merespons permohonan dari pihak keluarga.

"Bukan karena kondisi sakit. Jadi, ini adalah hasil permohonan dari keluarga yang kami proses sesuai mekanisme," jelasnya, menanggapi sorotan publik mengenai kebijakan tahanan rumah yang jarang terjadi dalam penanganan kasus KPK sebelumnya.

Meski kini kembali ditahan di Rutan KPK, penyidikan kasus korupsi kuota haji yang melibatkan Gus Yaqut tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Budi memastikan bahwa KPK tidak akan mengendurkan tempo penyidikan dan menargetkan untuk segera melimpahkan berkas perkara ke tahap penuntutan dalam waktu dekat.

"Proses penyidikan ini akan terus berprogres sesuai dengan ketentuan yang ada. Kami akan segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke tahap penuntutan," tambahnya.

Sebelum keputusan pengalihan penahanan ini, Gus Yaqut telah menjalani tahanan rumah sejak awal bulan Maret 2026.

Keputusan KPK untuk memindahkannya ke tahanan rumah sempat memicu polemik, mengingat dalam banyak kasus KPK sebelumnya, pengalihan status penahanan sering kali terkait dengan alasan kesehatan atau darurat medis.

Namun, KPK menegaskan bahwa dalam kasus ini, pengalihan penahanan Gus Yaqut dilakukan semata-mata karena permohonan keluarga.

"Kami mengutamakan prosedur yang transparan, dan tidak ada perlakuan khusus terhadap status tahanan ini," kata Budi Prasetyo menutup keterangannya.


Sebelum dipindahkan kembali ke rutan, Gus Yaqut menjalani serangkaian pemeriksaan medis di Rumah Sakit Bhayangkara TK. I.R Said Sukanto, Jakarta Timur, untuk memastikan kondisi kesehatannya layak untuk menjalani penahanan di rutan.

Proses ini diharapkan akan memberikan gambaran jelas terkait kondisi kesehatan Gus Yaqut, yang sebelumnya sempat dijadikan alasan dalam permohonan pengalihan status penahanannya.

Keputusan ini menjadi sorotan, mengingat besarnya perhatian publik terhadap pengelolaan kasus korupsi haji yang diduga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Budi Prasetyo menegaskan, "Kami tetap berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara profesional dan akuntabel, serta memastikan agar proses hukum tetap berjalan dengan cepat dan transparan."

Keputusan ini juga disambut dengan sorotan tajam dari berbagai pihak, terutama terkait proses transparansi dalam penanganan kasus ini.

Banyak kalangan menilai bahwa langkah KPK untuk memperjelas status tahanan Gus Yaqut dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah tersebut.

Namun, di sisi lain, KPK tetap berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik dengan melanjutkan penyidikan kasus ini dengan semangat akuntabilitas yang tinggi.

"Kami percaya, dengan dukungan masyarakat, kami dapat menyelesaikan perkara ini dengan baik," ujar Budi Prasetyo menutup konferensi pers.*


(tb/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK 'Diam-Diam' Alihkan Penahanan Eks Menag Yaqut, MAKI Sebut KPK Pecahkan Rekor Buruk
Uang Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR Dibatalkan MK, Segini Besaran yang Diterima Sebelumnya
Eks Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Hari Ini: Kembali Ditahan KPK?
Bagaimana Status Penyidikan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus? Ini Kata TNI
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, DPR Kritik KPK: Kenapa Tidak dari Awal? Lebih Bagus Tidak Usah Ditahan!
Roy Suryo Sesalkan Tindakan Rismon Sianipar yang Minta Maaf ke Jokowi: Sangat Fatal!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru