BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Maret 2026

Dokter Tifa Muncul Lagi, Roy Suryo Klaim Ada Upaya Adu Domba di Tengah Polemik Ijazah Jokowi

Adelia Syafitri - Sabtu, 28 Maret 2026 10:05 WIB
Dokter Tifa Muncul Lagi, Roy Suryo Klaim Ada Upaya Adu Domba di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Pakar telematika Roy Suryo dan Dokter Tifa. (foto: tangkapan layar yt Dokter Tifa Channel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pakar telematika Roy Suryo menyatakan Dokter Tifa tetap konsisten dengan sikap awalnya di tengah polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Pernyataan itu disampaikan Roy dalam podcast yang tayang pada Jumat malam, 27 Maret 2026. Ia mengatakan dr Tifa sempat tidak muncul di ruang publik sehingga memicu spekulasi.

"Alhamdulillah dr Tifa sudah muncul kembali. Memang sempat dikhawatirkan karena diam, tapi tetap bersama kuasa hukum dan tidak berubah dari pernyataan awal," kata Roy.

Baca Juga:

Ia menegaskan kemunculan kembali dr Tifa sekaligus membantah isu yang menyebut adanya perubahan sikap.

Roy menduga terdapat upaya sistematis untuk memecah pihak-pihak yang terlibat dalam polemik tersebut.

Ia menyebut hanya tersisa sejumlah kecil pihak yang masih aktif menyuarakan isu tersebut.

Menurut dia, salah satu bentuk upaya tersebut adalah beredarnya pesan WhatsApp yang mengatasnamakan dr Tifa.

"Penulisan nama saja salah, lokasi tidak sesuai. Nomor itu juga baru dibuat untuk tujuan tertentu," ujarnya.

Roy menilai pesan tersebut sengaja dirancang untuk membangun narasi seolah dr Tifa mulai goyah.

Roy juga mengkritik pola penyebaran informasi yang dinilai tidak melalui proses verifikasi. Ia menilai narasi tertentu diperkuat secara serempak di berbagai platform digital.

Ia bahkan menyinggung munculnya isu lain, termasuk klaim dana Rp50 miliar yang disebut terkait polemik tersebut.

Menurut Roy, narasi itu tidak memiliki dasar bukti yang jelas dan justru menyeret nama sejumlah tokoh nasional, seperti Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD.

"Tidak ada bukti autentik, tidak ada pernyataan langsung. Semua hanya narasi," kata Roy.

Roy menilai penyebaran informasi palsu, termasuk pesan digital dan potensi manipulasi berbasis kecerdasan buatan, dapat berimplikasi hukum.

Ia menyebut aparat penegak hukum memiliki kemampuan untuk menelusuri jejak digital, mulai dari asal nomor, waktu aktivasi, hingga pola distribusi konten.

"Kalau ditelusuri, sebenarnya bisa dilacak. Ini tidak boleh dianggap sepele," ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi penggunaan teknologi seperti deepfake yang dapat memperumit penyebaran disinformasi di ruang publik.

Polemik ijazah Joko Widodo bermula dari tudingan bahwa dokumen kelulusannya dari Universitas Gadjah Mada tidak asli.

Namun, hasil penyelidikan Bareskrim Polri pada 2025 menyatakan ijazah tersebut asli setelah melalui uji forensik.

Meski demikian, polemik terus berlanjut dan berujung pada laporan hukum yang diajukan Jokowi ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik.

Dalam perkembangannya, sejumlah pihak, termasuk Roy Suryo, dr Tifa, dan Rismon Sianipar, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Kasus ini kini tidak hanya berkaitan dengan keaslian dokumen, tetapi juga menyangkut dugaan penyebaran informasi, fitnah, dan konsekuensi hukum di ruang digital.*


(tb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dokter Tifa Blak-blakan Pernah Ditawari RJ oleh Pihak Jokowi
AHY dan Puan Maharani Disebut Terlibat Penyebaran Isu Ijazah Jokowi, Demokrat Angkat Bicara
Dokter Tifa Tegaskan Tak Akan Ajukan Restorative Justice, 'Saya Tidak Melakukan Kesalahan!
Andi Azwan Dorong dr Tifa Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Roy Suryo Sesalkan Tindakan Rismon Sianipar yang Minta Maaf ke Jokowi: Sangat Fatal!
Relawan Prabowo-Gibran Dukung Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi: Itu Kebenaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru