Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Kami Kecewa, Suporter Lebih Kecewa
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
MEDAN – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap kasus penggelapan uang jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, yang melibatkan mantan kepala Kas Bank BNI Unit Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah.
Dalam kasus yang menggemparkan ini, Andi diduga menggelapkan dana jemaat gereja senilai Rp 28 miliar dengan modus menawarkan investasi fiktif berupa "BNI Deposito Investment" yang mengklaim memberikan bunga 8 persen per tahun.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Rahmat Budi Handoko, penggelapan ini berawal pada 2019 saat Andi menawarkan produk investasi palsu kepada jemaat gereja.Baca Juga:
Dengan meyakinkan jemaat bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari bunga deposito yang jauh lebih tinggi dari yang ditawarkan bank lainnya, Andi berhasil mengumpulkan dana dalam jumlah besar.
Namun, produk yang dijanjikan tidak pernah ada di Bank BNI.
"Untuk meyakinkan korban, tersangka beberapa kali memberikan uang pribadi yang diserahkan kepada jemaat sebagai 'bunga' atau keuntungan. Namun, bunga yang diberikan bukan berasal dari hasil investasi, melainkan dari uang yang diambil dari dana jemaat itu sendiri," ujar Kombes Rahmat, Selasa (31/3/2026).
Setelah melarikan diri ke luar negeri, Andi bersama istrinya, Camelia Rosa, akhirnya ditangkap di Bandara Internasional Kualanamu, Medan pada 30 Maret 2026, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kuasa hukumnya.
Penangkapan dilakukan setelah upaya penyelidikan yang intensif dan pengajuan red notice melalui Interpol.
Rahmat menjelaskan bahwa selain menggelapkan uang jemaat, Andi juga diduga memindahkan dana ke rekening pribadi istrinya, Camelia Rosa, yang kemudian digunakan untuk membiayai sejumlah proyek seperti pembangunan Sport Center Labuhanbatu, mini zoo, dan kafe.
Semua kegiatan tersebut dilakukan melalui perusahaan atas nama Camelia, PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera.
Salah satu bukti yang ditemukan oleh pihak kepolisian adalah pemalsuan dokumen, termasuk bilyet deposito palsu yang diterbitkan oleh Andi untuk mengelabui korban agar mereka percaya bahwa uang yang disetorkan memang berada di bank.
Dalam perkembangan kasus ini, Polda Sumut tengah mengajukan permohonan izin penyitaan aset kepada pengadilan.
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat
PERISTIWA
GAYO LUES Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap personel kepolisian akan dilakukan sec
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m
OPINI
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait perkara dugaan ko
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, membantah tuduhan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah yang dipimpinnya akan tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbaga
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) membantah pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesej
NASIONAL