Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dalam petitumnya, David meminta pengadilan memerintahkan pihak MPR menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada siswa dan guru SMAN 1 Pontianak.
Ia juga meminta pejabat terkait diberhentikan secara tidak hormat serta dilarang menjadi juri maupun pembawa acara dalam kegiatan resmi kenegaraan.
Polemik ini bermula saat final LCC Empat Pilar digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kontroversi muncul setelah jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri, padahal jawaban serupa dari peserta lain justru dinyatakan benar.
Video protes peserta kemudian viral di media sosial dan memicu kritik publik.
Akibat polemik tersebut, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sebelumnya memutuskan menggelar ulang final LCC tingkat Kalimantan Barat dengan menghadirkan juri independen.*
(km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.