Mahfud MD Ungkap Alasan Tak Ikut Gugat Syarat Pendidikan Gibran
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkap alasannya menolak ajakan pakar hukum tata ne
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR - Kepolisian Sektor (Polsek) Mesjid Raya, Aceh Besar, mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi pemerasan terhadap wisatawan di kawasan Bukit Lamreh.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya praktik pemerasan di salah satu destinasi wisata tersebut.
Petugas Unit Reskrim Polsek Mesjid Raya kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.Baca Juga:
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi salah satu terduga pelaku dan langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan.
Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pemerasan tersebut, termasuk satu unit sepeda motor yang digunakan saat kejadian.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Mesjid Raya AKP Mahdi Asyadi mengatakan, penindakan ini merupakan respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat.
Ia menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme, terutama di kawasan wisata.
"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar segera melapor jika menemukan tindakan yang mengarah pada pemerasan atau tindak pidana lainnya. Semua laporan akan kami tindaklanjuti," ujarnya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa ini terjadi pada Minggu (14/6/2026), saat seorang wisatawan lokal berkunjung ke Bukit Lamreh.
Di lokasi tersebut, korban didatangi tiga orang terduga pelaku berinisial NZR, JL, dan ETK yang meminta uang sebesar Rp3 juta.
Karena tidak memiliki uang, korban disebut sempat meninggalkan barang jaminan berupa anting-anting.
Saat korban kembali untuk menebus barang tersebut pada sore harinya, polisi yang telah melakukan penyamaran (undercover) langsung melakukan penangkapan terhadap salah satu pelaku. Sementara dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri.
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkap alasannya menolak ajakan pakar hukum tata ne
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendatangi kediaman keluarga Winda Lorenza Gowasa, mantan istri Brigadir I, di Kota Medan,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rumah tangga Demian Aditya dan Sara Wijayanto tengah menghadapi proses perceraian. Sara Wijayanto, yang memiliki nama asli Saras
ENTERTAINMENT
LANGKAT Terpidana kasus perambahan hutan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut, Kabupaten Langkat, Alexander Halim alias Ak
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan terus dipantau melalui tiga stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) yang beroperasi selama 24 ja
KESEHATAN
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui berbagai
NASIONAL
ACEH TENGAH Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tengah mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis ganja seberat 22.862 gram atau sekitar
HUKUM DAN KRIMINAL
HUMBANG HASUNDUTAN Membicarakan wisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, seolah tidak pernah ada habisnya. Selain panorama air biru
PARIWISATA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana menggelar festival kebudayaan pada 2026. Untuk kegiatan tersebut, Pemprov Sumut menyi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Memilih smartphone dengan RAM besar kini tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Di kisaran harga Rp23 jutaan, sejumlah ponsel
SAINS DAN TEKNOLOGI