Isu Kafe de'Clan Milik Jampidsus Febrie Adriansyah Mencuat, Polda Metro Angkat Bicara
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons isu yang menyebut Kafe de&039Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, merupakan milik Jak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Polda Metro Jaya merespons isu yang menyebut Kafe de'Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, merupakan milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Polisi menegaskan belum memberikan pernyataan yang mengaitkan kepemilikan kafe tersebut dengan pihak tertentu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, meminta masyarakat tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.Baca Juga:
"Tahu dari mana? Silakan tanyakan sama yang tahu-tahu. Kita asasnya tetap, asas praduga tak bersalah. Kalau ada yang mengait-ngaitkan, itu silakan itu di luar dari statement kami dari kepolisian," kata Budi Hermanto di lokasi penggeledahan, Rabu (8/7/2026).
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Febrie Adriansyah terkait isu yang beredar mengenai kepemilikan kafe tersebut.
Sementara itu, kuasa hukum manajemen Kafe de'Clan, Handika Hanggowongso, membantah adanya keterkaitan antara penggeledahan yang dilakukan penyidik dengan Jampidsus Kejaksaan Agung.
"Jauh itu dengan Jampidsus. Yang pasti itu uang tidak ada kaitan dengan Jampidsus," kata Handika.
Dalam penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya di Kafe de'Clan dan Koin Money Changer, penyidik menyita uang dengan nilai total sekitar Rp67,2 miliar.
Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, mengatakan uang tersebut terdiri atas berbagai mata uang asing dan rupiah.
"Kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir 60 miliar di lokasi de'Clan. Kemudian di money changer total ada 16 mata uang asing dengan total sekitar 7,2 miliar rupiah," kata Totok.
Menurut penyidik, uang yang diamankan meliputi 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, serta Rp259.159.000 dalam bentuk rupiah.
Selain menyita uang tunai, penyidik juga membawa sejumlah barang bukti lain dari lokasi penggeledahan.
Pantauan di lokasi menunjukkan petugas mengangkut sedikitnya tiga koper berisi barang bukti serta alat penghitung uang.
Polisi juga membawa tiga orang pegawai kafe untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Ada tiga pegawai yang ada di lokasi," ujar Totok.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan beberapa perkara, di antaranya dugaan korupsi tata kelola batu bara, pengembangan kasus PT Asabri (Persero), serta perkara penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Hingga kini, penyidik masih mendalami seluruh barang bukti yang telah diamankan.
Polisi juga belum menyimpulkan keterlibatan pihak mana pun dan menegaskan proses penyidikan dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.* (it/ad)
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons isu yang menyebut Kafe de&039Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, merupakan milik Jak
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlihat melakukan penjagaan di sekitar rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
NASIONAL
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, di kediaman
NASIONAL
JAKARTA Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menyita uang tunai senila
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, me
NASIONAL
JAKARTA Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya menemukan sebuah brankas beri
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan pasokan sebanyak 18.000 ton beras dari pemerintah pusat. Tambahan stok
EKONOMI
JAKARTA Persaingan Piala Dunia 2026 semakin memanas setelah turnamen sepak bola terbesar dunia itu memasuki babak perempat final atau de
OLAHRAGA
MEDAN Menjaga kesehatan menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pim
PEMERINTAHAN