BREAKING NEWS
Selasa, 14 Juli 2026

Tiga Anggota DPRD TTU Diperiksa Polda NTT Terkait Dugaan Intimidasi hingga Kematian Dokter Icha

Johan - Selasa, 14 Juli 2026 11:52 WIB
Tiga Anggota DPRD TTU Diperiksa Polda NTT Terkait Dugaan Intimidasi hingga Kematian Dokter Icha
Tiga anggota DPRD TTU dan seorang ASN yang sebelumnya dilaporkan oleh pihak keluarga Dokter Icha menjalani pemeriksaan di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/7/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Iya harusnya sesuai panggilan penyidik (empat terlapor) dijadwalkan untuk dimintai keterangan hari ini (Senin 13/7) tapi ada permintaan dari kuasa hukum untuk ditunda besok (Selasa 14/7)," kata Sigit.

Menurut Sigit, penyidik hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut dengan melibatkan tim gabungan atau joint investigation.

Dalam proses penyelidikan, Polda NTT telah memeriksa sebanyak 32 saksi yang dianggap mengetahui peristiwa dugaan intimidasi tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 saksi diperiksa di wilayah Kefamenanu, Kabupaten TTU.

Mereka terdiri dari tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit, pasien yang berada di lokasi kejadian, hingga pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Sementara lima saksi lainnya berasal dari keluarga Dokter Icha yang telah menjalani pemeriksaan di Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA & PPO) Polda NTT.

"Saksi yang diperiksa di Kefamenanu adalah Nakes di RSUD Kefamenanu, Rumah Sakit Leona, dan pasien yang ada saat terjadi dugaan intimidasi dan juga pasien yang pasca kejadian (dugaan intimidasi) yang ditangani dokter Icha dan pihak-pihak yang mengetahui saat peristiwa itu terjadi," ujar Sigit.

Ia menjelaskan tim gabungan yang dibentuk Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko dibagi dalam beberapa kelompok untuk mempercepat proses pemeriksaan, baik di Kefamenanu maupun di Mapolda NTT.

Kasus ini bermula dari laporan keluarga Dokter Icha ke Polda NTT pada 3 Juli 2026.

Dalam laporan tersebut, keluarga menduga adanya tindakan intimidasi yang dialami Dokter Icha saat menjalankan tugas sebagai tenaga medis.

Peristiwa dugaan intimidasi disebut terjadi pada 13 Juni 2026 ketika Dokter Icha menangani pasien korban gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, Dokter Icha ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berada di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6/2026).

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dugaan Pelecehan Seksual di USU Meluas, Satgas PPKS Ungkap Terduga Pelaku Lebih dari Satu Orang
Kapolda Aceh Hadiri Pembukaan dan Penutupan Open Tournament Pencak Silat Piala Pangdam IM di Banda Aceh, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi
KPK Ungkap Alasan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Diambil Alih
Bobby Nasution Terapkan WFH bagi ASN Pemprov Sumut agar Bisa Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Ancaman Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Lakukan Penyisiran
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Roy Suryo, Klaim Kantongi Tiga Alat Bukti
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru