BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Ada Dugaan BBM Berkurang Saat Pengiriman ke SPBU, Ini Alasan Polda Sumut Belum Ambil Langkah Hukum

Johan - Jumat, 17 Juli 2026 10:48 WIB
Ada Dugaan BBM Berkurang Saat Pengiriman ke SPBU, Ini Alasan Polda Sumut Belum Ambil Langkah Hukum
Truk tangki Pertamina. (foto: Dok. Pertamina)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia menjelaskan, terdapat laporan mengenai keterlambatan pengiriman BBM yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu dua jam, namun dalam praktiknya bisa mencapai dua setengah jam.

Selain itu, terdapat dugaan penyusutan jumlah BBM berdasarkan pengukuran antara titik awal pengiriman dan saat sampai di SPBU.

Dugaan penyimpangan distribusi BBM bukan kali pertama terjadi di Sumatera Utara.

Sebelumnya, Polrestabes Medan mengungkap kasus penyelewengan BBM bersubsidi di salah satu SPBU Jalan Gajah Mada, Kota Medan.

Dalam kasus tersebut, empat orang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memasukkan BBM subsidi jenis Bio Solar ke tangki yang seharusnya berisi Dexlite.

Selain itu, polisi juga pernah melakukan penyegelan terhadap SPBU di Jalan Flamboyan Raya, Medan, karena ditemukan dugaan pengoplosan BBM subsidi jenis Pertalite dengan bensin ilegal.

Di tengah polemik kelangkaan BBM, seorang awak mobil tangki (AMT) atau sopir truk tangki Pertamina yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkap dugaan adanya persoalan internal dalam distribusi BBM.

Ia membantah adanya informasi bahwa para sopir melakukan mogok kerja massal.

"AMT ready semua ya. Nggak ada itu yang katanya mogok kerja. Bahkan sampai perbantuan dari Aceh sana, AMT dipanggil. Sampai sana dipanggil kemari. Pergi kemari pun bukan kerja. Nggak ada. Duduk-duduk di kantin aja kadang," ujarnya.

Menurutnya, kelangkaan BBM bukan karena stok yang tidak tersedia, melainkan karena adanya pembatasan pengiriman ke sejumlah SPBU.

"SPBU minta BBM Pertalite 24 ribu liter, tapi dikirim 8 ribu liter. Dijatah sama Pertamina. Ibaratnya kalau kelen mau minyak, kelen beli BBM Pertamax. Jadi Pertamax dibeli masyarakat mau nggak mau, walaupun mahal," ungkapnya.

Namun, pernyataan tersebut merupakan klaim dari seorang sopir tangki dan belum mendapat pembuktian maupun konfirmasi resmi dari pihak Pertamina.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Japorman Saragih Ingatkan Elite PDIP Sumut: Jangan Lupakan Sejarah Perjuangan Partai
Dana Desa Dipakai untuk Biayai Selingkuhan, Eks Kades di Langkat Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Mengenal TB Simatupang, Jenderal Intelektual Asal Sumatera Utara yang Namanya Diabadikan Jadi Jalan di Medan
TNI Jadi Sopir Truk BBM di Sumut, Istana Buka Suara
Wagub Sumut Surya Ajak Prancis Perkuat Kerja Sama Investasi, Pendidikan, hingga Energi Terbarukan
DWP Kominfo Sumut Ajak Masyarakat Kunjungi PRSU 2026, Sebut UMKM dan Paviliun Daerah Semakin Berkualitas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru