BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Bongkar Fakta Sidang Tipikor, Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja Komisi VIII Minta 3.000 Riyal Saat Dinas ke Arab Saudi

Administrator - Jumat, 04 September 2026 08:57 WIB
Bongkar Fakta Sidang Tipikor, Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja Komisi VIII Minta 3.000 Riyal Saat Dinas ke Arab Saudi
Mantan Staf Menag Yaqut, Gus Alex mengungkap 24 anggota Panja Komisi VIII DPR disebut pernah meminta uang 3.000 riyal saat perjalanan dinas ke Arab Saudi. (Foto: Nur Khabibi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Gus Alex kemudian menanyakan apakah Jaja mengingat permintaan untuk menyiapkan uang guna membeli oleh-oleh.

"Saudara Saksi ingat bahwa saat pertemuan tersebut saya diminta menyiapkan sejumlah uang tertentu untuk belanja oleh-oleh?" tanya Gus Alex.

"Iya, betul," jawab Jaja.

Gus Alex juga menyebut tiga pimpinan Komisi VIII DPR yang dimaksud dalam cerita tersebut, yakni Marwan Dasopang, Abdul Wachid, dan Ashabul Kahfi.

"Saudara Saksi berikutnya, apakah benar yang saya ceritakan tiga orang yang ketemu saya itu pertama adalah Pak Marwan Dasopang, yang kedua Pak Abdul Wachid, yang ketiga Pak Ashabul Kahfi? Betul?" tanya Gus Alex.

"Betul," jawab Jaja.

Selain itu, Gus Alex mengungkit soal Tim Pengawas (Timwas) DPR yang disebut menempati Maktab 111 saat pelaksanaan ibadah haji 2024.

Maktab 111 berada di sekitar kawasan Jamarat atau tempat lempar jumrah. Gus Alex menanyakan apakah Timwas DPR pernah meminta difasilitasi untuk tinggal di lokasi tersebut.

"Pak Jaja pernah enggak minta atau memperoleh permintaan dari Timwas DPR yang sebenarnya tidak punya hak tinggal di Maktab 111, kemudian seluruh Timwas minta untuk difasilitasi di Maktab 111 di tahun 2024?" tanya Gus Alex.

"Iya," jawab Jaja.

Jaja memperkirakan jumlah anggota Timwas DPR yang menempati Maktab 111 sekitar 70 orang. Menurutnya, kondisi tersebut kemudian menyebabkan kepadatan di lokasi.

"Berapa? 70 orang. Akibatnya apa, Pak?" tanya Gus Alex.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sigap Tindak Lanjuti Putusan MK, BNPB Langsung Rombak SOP demi Percepat Penanganan Darurat Bencana
"Bukan Nasional Bukan Berarti Tak Ditangani", BNPB Tegaskan Komitmen usai Putusan MK Permudah Status Bencana
Meski Digempur 52 Armada Water Bombing, Hotspot di Kalimantan Justru Terus Bertambah
192 Ribu Warga Masih Mengungsi, Nagekeo Terparah - Tanggap Darurat Gempa NTT Diperpanjang hingga 12 September
Lansia dan Perempuan Paling Banyak Jadi Korban, BNPB Beber Data Terbaru Gempa NTT
BNPB Catat Rentetan Bencana di Sulawesi hingga Jawa dalam Sehari
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru