BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

Massa Aksi Diduga Diserang OTK di Capital Building Medan, GM FKPPI Desak Polisi Tangkap Penonton Gelap hingga Aktor Intelektual

Hadyan - Sabtu, 12 September 2026 17:08 WIB
Massa Aksi Diduga Diserang OTK di Capital Building Medan, GM FKPPI Desak Polisi Tangkap Penonton Gelap hingga Aktor Intelektual
Pengurus Daerah II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara mendesak polisi mengusut tuntas dugaan penyerangan terhadap massa aksi di kawasan Capital Building Medan, Kamis (11/9/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Pengurus Daerah II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara mendesak polisi mengusut tuntas dugaan penyerangan terhadap massa aksi di kawasan Capital Building Medan, Kamis (11/9/2026). Mereka meminta penyelidikan tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak yang menggerakkan penyerangan.

Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, di antaranya dugaan peredaran narkotika, dugaan peredaran minuman beralkohol tanpa pita cukai resmi, serta dugaan persoalan perpajakan.

Namun, penyampaian aspirasi tersebut disebut diwarnai insiden kekerasan. Berdasarkan keterangan GM FKPPI Sumut, sejumlah orang tidak dikenal (OTK) diduga menyerang peserta aksi.

Baca Juga:

Kabid Hukum dan HAM Satgas GM FKPPI Sumut Sutoyo meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan penyerangan tersebut secara menyeluruh.

"Kalau benar ada pihak yang mengerahkan OTK, jangan hanya menangkap pelaksana. Kami meminta aparat juga mengusut siapa yang berada di baliknya," kata Sutoyo.

Menurut Sutoyo, dugaan penyerangan perlu ditangani serius karena berkaitan dengan keamanan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Dia juga mempertanyakan pengamanan kepolisian saat insiden terjadi. Sutoyo mengklaim terdapat sejumlah personel polisi di sekitar area parkir Capital Building ketika dugaan penyerangan berlangsung.

"Kami melihat ada personel kepolisian di lokasi. Karena itu, kami mempertanyakan langkah pengamanan ketika massa aksi diduga diserang. Kami berharap hal ini dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak kepolisian," ujarnya.

Sutoyo mengatakan GM FKPPI menghormati tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi. Namun, dia meminta pengamanan diberikan secara adil kepada seluruh pihak yang berada di lokasi.

Menurut dia, setiap kegiatan aksi yang dilakukan pihaknya telah dikomunikasikan kepada kepolisian, termasuk lokasi dan agenda kegiatan.

"Setiap aksi selalu kami komunikasikan dengan pihak kepolisian agar kegiatan dapat berlangsung aman dan tertib. Karena itu, ketika terjadi dugaan penyerangan, kami meminta agar peristiwa tersebut diusut secara objektif," katanya.

GM FKPPI Sumut juga meminta penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan apabila nantinya ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
440 Orang Tewas dalam 2.271 Kecelakaan, Kapolda Aceh Dorong Digitalisasi dan Konsep "Polantas Karib" untuk Cegah Angka Terus Naik
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 2 PJU dan 5 Kapolres, Ini Daftar Pejabat Barunya
Siswa Terus Jadi Korban, Komnas HAM Desak Dapur Makan Bergizi Gratis Disetop dan Diusut Tuntas
Lempari Polisi dengan Batu Saat Penangkapan Terduga Pengedar Sabu, Dua Warga Medan Terancam Pasal Berlapis
Digadai Rp16 Juta Tanpa Izin, Pelaku Penggelapan Mobil Rental di Banda Aceh Diciduk Polisi
Digerebek Dini Hari, Kasir THM Janna di Deli Serdang Kepergok Edarkan Ekstasi hingga Tempat Usaha Ditutup Paksa Polisi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru