Kereta Api Hantam Pajero di Perlintasan Tanpa Palang, Pengemudi Tewas
TEBING TINGGI Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Gunung Semeru, Lingkungan II, Kelurahan Lala
PERISTIWA
MEDAN -Kasus pembunuhan mengejutkan terjadi di Kota Medan, di mana seorang dosen berusia 57 tahun, Dr. TS, ditetapkan sebagai tersangka dalam kematian suaminya, RMS (61). Penetapan tersangka ini mencuat setelah dilakukan autopsi terhadap jenazah RMS yang dieksumasi dari makamnya di Sidikalang, Dairi, dan ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Menurut Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Alexander Piliang, awalnya pihaknya menerima laporan dari Rumah Sakit Advent Medan mengenai seorang korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, setelah melakukan pengecekan di lokasi kejadian dan rumah sakit, tidak ditemukan bukti-bukti yang mendukung klaim tersebut. “Hasil penyelidikan kami menunjukkan tidak ada tanda-tanda kecelakaan lalu lintas. Ternyata mayat sudah dibawa ke Dairi untuk dimakamkan,” ungkap Alex.
Kecurigaan muncul ketika adik kandung RMS melihat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sebelum pemakaman. “Kami menemukan beberapa luka di tubuh korban, dan ini membuat kami meragukan penjelasan tentang kecelakaan,” tambah Alex. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi akhirnya memutuskan untuk melakukan ekshumasi jenazah RMS, yang mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kematian tersebut tidak wajar.
Setelah serangkaian pemeriksaan, pihak kepolisian akhirnya menetapkan Dr. TS sebagai tersangka pembunuhan. Meskipun telah mengumpulkan sejumlah barang bukti yang mengarah pada keterlibatan TS, ia tetap membantah tuduhan tersebut. “Motifnya masih kami dalami karena pelaku belum mengakui perbuatannya,” jelas Alex. Di sisi lain, hasil otopsi menunjukkan adanya luka-luka di tubuh RMS, termasuk luka sobek di bawah mata, luka memar di bagian kepala, dan luka di alat kelamin.
Polisi kini menerapkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, yang terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup. “Kami memiliki bercak darah di lemari mereka, yang menjadi salah satu bukti kuat dalam kasus ini,” kata Kapolsek.
Di tengah proses penyelidikan, Dr. TS bersikeras tidak bersalah. Ia menegaskan bahwa ia telah merawat suaminya selama sakit dan bersumpah bahwa dirinya tidak terlibat dalam kematian RMS. “Saya sangat kecewa dengan tuduhan ini. Demi Tuhan yang Maha Esa, saya tidak membunuh,” ungkapnya. Ia juga mengharapkan keadilan dan menyerahkan proses hukum kepada penyidik.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan betapa rumitnya hubungan dalam sebuah rumah tangga. Dengan adanya bukti dan pernyataan saksi, banyak pihak menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini, yang kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian.
Polisi berkomitmen untuk mengungkap kebenaran di balik kematian RMS dan menjamin bahwa setiap langkah hukum akan diambil sesuai prosedur. Sementara itu, Dr. TS tetap menghadapi ancaman hukuman yang berat jika terbukti bersalah. Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya keadilan dalam proses hukum, baik bagi korban maupun tersangka.
(N/014)
TEBING TINGGI Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Gunung Semeru, Lingkungan II, Kelurahan Lala
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin langsung aksi gotong royong massal lintas sektoral di Stadion Teladan, Sabtu (23
PEMERINTAHAN
MEDAN Kekompakan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan kembali terlihat menjelang pelaksanaan ASEAN U19 Boys
PEMERINTAHAN
JAKARTA Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan CEO GoTo, Hans Patuwo, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat (2
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyoroti masih kuatnya e
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target
EKONOMI
JAKARTA Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap otoritas Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasi
NASIONAL
JAKARTA Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan sistem kelistrika
NASIONAL
JAKARTA Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjadi sorotan publik usai insiden pemadaman listrik massal di sejumlah wilay
EKONOMI
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, SulaimanSulaiman Harahap, menegaskan wartawan merupakan mitra s
PEMERINTAHAN