Pemerintah Perkuat JKP, Menaker: Negara Hadir Saat Pekerja Kehilangan Pekerjaan
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan bagi pekerja
NASIONAL
Ahmedabad, India - Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) telah menemukan black box pesawat Air India yang jatuh di Ahmedabad, Gujarat, pada Kamis (12/6).
Penemuan ini diumumkan oleh Menteri Penerbangan Sipil India, Ram Mohan Naidu Kinjarapu, dan dianggap sebagai langkah krusial dalam mengungkap penyebab kecelakaan tragis tersebut.
"(Penemuan kotak hitam) menjadi langkah penting dalam investigasi ke depan dan akan secara signifikan membantu penyelidikan tragedi," ujar Kinjarapu.
Black box yang ditemukan meliputi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). FDR merekam data teknis penerbangan seperti kecepatan, ketinggian, dan pergerakan pesawat, sedangkan CVR merekam suara percakapan di kokpit serta suara-suara lain yang terjadi sebelum insiden.
Penyelidikan resmi dipimpin AAIB India, dengan dukungan teknis dari tim internasional, termasuk pakar dari Amerika Serikat dan Inggris. Perusahaan pembuat pesawat, Boeing, melalui CEO-nya Kelly Ortberg, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung investigasi.
"Kami bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas terkait untuk membantu penyelidikan," ujar Ortberg.
Proses Identifikasi Masih Berlangsung
Hingga Sabtu siang, baru 6 jenazah korban yang berhasil diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga. Tim forensik masih mengandalkan tes DNA dari keluarga korban untuk memastikan identitas, karena kondisi jenazah banyak yang tidak bisa dikenali secara visual.
Salah satu keluarga korban, Imtiaz Ali, mengungkapkan kesedihannya dan mengatakan belum bisa menerima kabar duka tersebut tanpa bukti fisik.
"Jika saya sedih dan mulai menangis, saya tidak akan bisa mengendalikan diri. Hati saya mungkin hancur," kata Ali.
Satu Penumpang Selamat: "Saya Pikir Saya Akan Mati"
Dari seluruh penumpang dan kru, hanya satu orang yang selamat. Dia adalah Vishwashkumar Ramesh, warga negara Inggris yang saat kejadian duduk di kursi 11A.
"Saya masih tidak percaya bagaimana saya bisa selamat. Saya pikir saya akan mati. Saya membuka mata, membuka sabuk pengaman, dan mencoba keluar dari pesawat," kata Ramesh, yang mengalami luka bakar di tangan kiri.
Ia saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara pihak keluarga dan publik India menanti hasil penyelidikan menyeluruh terkait insiden tragis ini.
Kronologi Singkat
12 Juni 2025: Pesawat Air India jatuh di Ahmedabad.
13 Juni 2025: Tim penyelamat mulai mengevakuasi korban dan mengumpulkan puing.
14 Juni 2025: Black box ditemukan setelah pencarian selama 28 jam.*
(kp/j006)
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan bagi pekerja
NASIONAL
JAKARTA Bareskrim Polri menyita aset senilai Rp 15,3 miliar milik keluarga bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Penyitaan terse
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait pern
NASIONAL
MEDAN Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bergerak cepat menindaklanjuti viralnya video yang memperlihatkan seorang personel
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Keluarga almarhumah Khoiriah Harahap di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menolak penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa industri ekstra
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Mukhtaruddin Ashraff Abu, suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam penyidikan ka
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution resmi menetapkan Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Sistem Penerima
PENDIDIKAN
JAKARTA Solidaritas antardaerah dalam upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra terus menunjukkan penguatan. Pemeri
NASIONAL
JAKARTA Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer menyatakan akan menggugat Komisi Pemberantasa
HUKUM DAN KRIMINAL