Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
TEL AVIV - Ketegangan militer antara Israel dan Iran kian mengkhawatirkan. Di tengah hujan rudal balistik dari Iran, laporan terbaru mengungkapkan bahwa Israel hampir kehabisan interceptor rudal canggih Arrow, sistem pertahanan andalan mereka untuk menghadang ancaman jarak jauh.
Menurut pejabat senior Amerika Serikat yang dikutip The Wall Street Journal, persediaan rudal pencegat Arrow diperkirakan hanya cukup untuk 10–12 hari ke depan, jika Iran mempertahankan intensitas serangannya saat ini.
"Sistem sudah kewalahan. Sebentar lagi, mereka mungkin harus memilih rudal mana yang akan dicegat," ungkap seorang sumber intelijen AS.
Sistem Arrow dikembangkan Israel bersama AS untuk mencegat rudal balistik pada ketinggian tinggi. Namun kini, keandalan sistem ini terancam akibat tingginya laju penggunaan dan terbatasnya suplai.
Menyadari situasi genting ini, Pentagon diam-diam telah mengirim bantuan tambahan, termasuk pengerahan kapal perusak, pesawat tempur, serta sistem pertahanan rudal di wilayah Timur Tengah guna mendukung operasi pencegatan.
Menurut harian keuangan Israel The Marker, biaya operasi pertahanan rudal Israel mencapai USD 285 juta per malam atau sekitar Rp 4,6 triliun. Setiap rudal interceptor Arrow sendiri berharga sekitar USD 3 juta atau Rp 49,2 miliar.
Lebih jauh, laporan Financial Express menyebutkan bahwa Israel menghabiskan USD 725 juta per hari (sekitar Rp 11,8 triliun) untuk mempertahankan diri dari serangan Iran. Ini belum termasuk potensi kerugian infrastruktur dan ekonomi lainnya.
Dalam dua hari pertama operasi militer terhadap Iran, Israel dilaporkan menghabiskan USD 1,45 miliar (Rp 23,6 triliun). Pengeluaran ini mencakup:
USD 593 juta (Rp 9,6 triliun) untuk serangan ofensif (udara, amunisi, logistik)
Sisanya untuk pertahanan rudal, logistik, dan pengerahan pasukan cadangan.
Kekhawatiran atas efektivitas sistem pertahanan semakin nyata ketika rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan dan menghantam area militer di Tel Aviv serta kilang minyak di Haifa. Video terbaru juga menunjukkan serangan langsung ke fasilitas intelijen Israel di utara Tel Aviv.
Situasi ini memperlihatkan bahwa meskipun Israel memiliki sistem pertahanan rudal berlapis seperti Iron Dome, David's Sling, dan Arrow, namun serangan Iran yang berkelanjutan mulai menunjukkan dampak nyata.
Ketahanan pertahanan Israel tengah diuji. Ketergantungan pada sistem rudal yang mahal dan terbatas menimbulkan pertanyaan besar: Berapa lama lagi Israel bisa bertahan tanpa dukungan penuh dari AS atau eskalasi militer besar-besaran?
Apabila konflik terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga minyak dunia akan melonjak akibat ketidakstabilan di kawasan—terutama jika Iran menutup Selat Hormuz.*
(oz/j006)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK