Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dengan teknologi yang mendasarinya,
Diella akan menjadi sistem evaluasi otomatis, menggantikan peran manusia dalam proses pengambilan keputusan tender secara bertahap.
Pemerintah mengklaim, langkah ini dilakukan untuk menutup celah potensi penyalahgunaan kekuasaan, kolusi, dan
korupsi dalam pengelolaan dana publik."Semua proses pengadaan akan dievaluasi oleh
Diella agar lebih transparan dan akuntabel. Tidak ada lagi ruang kompromi dalam integritas publik," ungkap Rama.
Meski terobosan ini dipuji sebagai inovasi besar dalam tata kelola
pemerintahan
digital, sejumlah pihak mempertanyakan pengawasan dan akuntabilitas sistem
AI seperti
Diella. Belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme pengawasan manusia terhadap keputusan yang diambil oleh
AI, ataupun mitigasi terhadap potensi manipulasi sistem.
Hal ini menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya kekhawatiran global soal kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan kritis, termasuk dalam sektor
pemerintahan dan keuangan publik.Langkah
Albania ini menandai transformasi radikal dalam sistem birokrasi, dan berpotensi menjadi model baru bagi negara-negara lain dalam menghadapi
korupsi dengan pendekatan berbasis teknologi.
Namun, tantangan etik, hukum, dan teknis dari penggunaan
AI dalam
pemerintahan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.