Kirimkan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kepala SPPG Medan Tembung 3
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video penahanan para aktivis armada kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla di media sosialnya pada Rabu, 20 Mei 2026.
Video tersebut memperlihatkan puluhan aktivis ditahan di fasilitas pelabuhan Ashdod, Israel, dalam kondisi berlutut dengan tangan terikat ke belakang.
Rekaman itu memicu kemarahan berbagai negara karena dinilai memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi terhadap para aktivis sipil internasional yang terlibat dalam misi solidaritas untuk Gaza.Baca Juga:
Dalam video tersebut, seorang aktivis perempuan terdengar meneriakkan slogan "Free Palestine" sebelum aparat keamanan segera menangkap kepalanya dan mendorongnya ke tanah.
Aktivis itu kemudian diseret menjauh dari jalur kunjungan Ben Gvir.
Adegan lain memperlihatkan Ben Gvir berjalan di depan para tahanan sambil mengibarkan bendera besar Israel dan meneriakkan kalimat dalam bahasa Ibrani, "Selamat datang di Israel! Kami yang berkuasa di sini!"
Kamera juga menyorot para aktivis yang masih berlutut dan terikat saat lagu kebangsaan Israel diputar keras melalui pengeras suara.
Dalam salah satu momen, Ben Gvir terdengar meneriakkan slogan nasionalis "Am Yisrael Chai" atau "Bangsa Israel hidup" kepada seorang tahanan yang mencoba berdebat dengannya.
Laporan The Times of Israel menyebut video itu segera memicu reaksi keras dari berbagai negara, terutama negara-negara Eropa yang warganya ikut berada dalam armada kemanusiaan tersebut.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menjadi salah satu pemimpin pertama yang mengecam tindakan tersebut.
Meloni menyebut perlakuan terhadap para aktivis, termasuk warga negara Italia, tidak dapat diterima dan melanggar martabat manusia.
Ia mengatakan pemerintah Italia akan mengambil langkah diplomatik untuk memastikan pembebasan warga negaranya dan meminta klarifikasi resmi dari pemerintah Israel.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengumumkan pemanggilan duta besar Israel di Paris untuk meminta penjelasan terkait perlakuan terhadap warga Prancis yang ikut dalam flotilla tersebut.
"Keselamatan warga negara kami adalah prioritas utama," ujar Barrot melalui akun media sosial X.
Mengutip laporan Al Jazeera, kecaman serupa datang dari sejumlah negara lain.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyebut tindakan Israel keterlaluan setelah diketahui ada warga Korea Selatan yang ikut ditahan.
Pemerintah Spanyol dan Irlandia bahkan menyebut tindakan Ben Gvir sebagai perilaku yang mengerikan dan memalukan.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menggambarkan perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan "monster", sedangkan Menteri Irlandia Helen McEntee meminta pembebasan segera para tahanan.
Uni Eropa turut memberikan respons resmi.
Juru bicara Uni Eropa Anouar El Anouni menegaskan bahwa perlakuan terhadap para aktivis dalam video tersebut sepenuhnya tidak dapat diterima dan harus sesuai hukum internasional.
"Kami mendesak pemerintah Israel memastikan perlindungan dan perlakuan yang bermartabat terhadap para aktivis ini," ujarnya.
Pemerintah Inggris juga menyampaikan keprihatinan mendalam.
Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan kepada otoritas Israel terkait perlakuan terhadap warga negara Inggris yang ikut dalam armada tersebut.
Selain itu, sejumlah negara seperti Belanda, Kanada, Portugal, Swedia, Swiss, Jerman, Austria, Belgia, Yunani, Polandia, Slovenia, Kolombia, Turki, dan Qatar dilaporkan turut menyampaikan protes diplomatik kepada Israel.
Menariknya, kritik juga datang dari Amerika Serikat yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Israel.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee menyebut tindakan Ben Gvir sebagai tindakan bodoh yang mencoreng martabat Israel di mata dunia.
"Flotilla itu adalah aksi bodoh, tetapi Ben Gvir telah mengkhianati martabat bangsanya," tulis Huckabee melalui akun X miliknya.*
(tt/ad)
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim PSSI dikabarkan tengah memproses naturalisasi Demiane Agustien, pemain muda yang saat ini terdaftar di Arsenal U21. Pemain
OLAHRAGA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA 2026 dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggu
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wa
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Badan Nasion
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung menerima audiensi Denny Indrayana, Refly Harun, dan sejumlah perwaki
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar ekspose atau gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan
HUKUM DAN KRIMINAL