Pujian John Herdman untuk Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Jelang Indonesia vs Saint Kitts
JAKARTA Jelang laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis dalam FIFA Series 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian k
OLAHRAGA
BITVONLINE.COM— Selama ini olahraga rutin dianggap cukup untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Namun, penelitian terbaru dari Universitas Vanderbilt mengungkap fakta mengejutkan: duduk terlalu lama tetap berdampak buruk bagi kesehatan otak, bahkan jika seseorang sudah rajin berolahraga.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer & Dementia ini melibatkan pengamatan selama tujuh tahun terhadap orang dewasa, untuk melihat hubungan antara durasi duduk, frekuensi gerak, dan perubahan struktur otak.
Hasilnya, duduk dalam waktu lama menyebabkan penyusutan volume otak secara signifikan, khususnya di area hippocampus yang berperan penting dalam penyimpanan memori.
Bahkan peserta yang rutin berolahraga 150 menit per minggu—sesuai rekomendasi WHO—tetap mengalami efek negatif jika mereka duduk lebih dari 9-13 jam setiap hari.
Duduk berjam-jam di kursi kerja, sofa, atau kendaraan ternyata menyumbang dampak buruk yang tidak bisa sepenuhnya diperbaiki oleh olahraga.
Para peneliti menggunakan monitor pergelangan tangan untuk melacak aktivitas harian peserta.
Hasil pemindaian MRI otak menunjukkan penurunan volume otak yang nyata pada mereka yang lebih banyak duduk.
Yang lebih mengkhawatirkan, individu yang membawa gen APOE-e4—yang dikenal meningkatkan risiko Alzheimer—mengalami penyusutan otak yang lebih cepat, terutama di lobus frontal dan parietal yang berperan dalam fungsi eksekutif seperti pengambilan keputusan dan daya ingat.
Secara biologis, duduk terlalu lama memperlambat aliran darah ke otak, mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi yang penting untuk menjaga sel-sel otak tetap aktif dan terkoneksi.
Selain itu, duduk dalam waktu lama juga memicu peradangan, yang pada penderita gen APOE-e4 dapat mempercepat kerusakan otak.
Peneliti menekankan bahwa memecah waktu duduk dengan berdiri, berjalan ringan, atau meregangkan tubuh setiap satu jam sekali dapat membantu mengurangi risiko penyusutan otak.
"Ini bukan hanya tentang durasi duduk, tetapi tentang membiasakan tubuh tetap aktif sepanjang hari," kata peneliti dari Pusat Memori dan Alzheimer Universitas Vanderbilt.
Dengan semakin tingginya jumlah orang yang duduk lebih dari sembilan jam per hari, perubahan gaya hidup menjadi keharusan, bukan pilihan.*
(km/a008)
JAKARTA Jelang laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis dalam FIFA Series 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian k
OLAHRAGA
SERDANG BEDAGAI Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Tol Sei Rampah, Kilometer 54, yang melibatkan kendaraan Toyota Kijang Kapsul d
PERISTIWA
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara kembali melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi yang melibatkan Penerimaan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktorat Reserse Siber (Direskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap praktik perjudian online yang melibatkan
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU Sebuah kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Janji, Kecamatan Bilah
NASIONAL
JAKARTA Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal dengan sebutan Dokter Tifa, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengajukan permohonan rest
POLITIK
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara resmi melepas keberangkatan Tim Sepak Bola Batu Bara United yang aka
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi dari Serikat Pekerja Kehutanan di ruang kerjanya, K
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan blusukan ke permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Ka
POLITIK
MAKASSAR Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman meskipun dampak fenomena El Nino di
EKONOMI