Dua Terdakwa Korupsi Proyek Jalur Kereta Api DJKA Medan Ajukan Banding, Ini Alasannya
MEDAN Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan wil
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Lini masa media sosial TikTok tengah diramaikan oleh unggahan viral yang menyebut bahwa keputihan dan infeksi jamur di selangkangan bisa memicu kanker serviks.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @cy***** memperlihatkan latar belakang rumah sakit dengan narasi mengingatkan perempuan untuk tidak menyepelekan keputihan dan jamur, karena disebut sebagai pemicu kanker serviks.
"Girls, jangan pernah menyepelekan keputihan & jamur sekitar selengki, plsss itu salah satu pemicu bakteri bisa nyebabin kanker serviks," tulis akun tersebut, Jumat (27/6/2025).
Unggahan ini langsung mengundang kekhawatiran dari warganet, terutama para perempuan yang kerap mengalami keputihan. Banyak dari mereka menanyakan kebenaran informasi tersebut melalui kolom komentar.
Namun, dokter umum dari Puskesmas Sibela Surakarta, dr. Dessy Tri Pratiwi, meluruskan bahwa infeksi jamur di area selangkangan tidak serta-merta menyebabkan kanker serviks.
"Infeksi jamur pada vagina bisa menyebabkan peradangan dan iritasi. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa meningkatkan risiko infeksi lain, termasuk HPV, yang merupakan penyebab utama kanker serviks," terang Dessy saat dihubungi, Sabtu (28/6/2025).
Dessy menjelaskan, keputihan sendiri merupakan cairan normal yang diproduksi vagina sebagai bagian dari sistem perlindungan alami. Namun, keputihan yang tidak normal bisa menjadi indikasi penyakit, termasuk kanker serviks, jika disertai ciri-ciri seperti bau tak sedap, warna kehijauan atau kekuningan, serta perdarahan.
Faktor Risiko Kanker Serviks:
Selain infeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks, berikut sejumlah faktor risiko lain yang disampaikan dr. Dessy:
Riwayat keluarga dengan kanker serviks.
Aktivitas seksual di usia muda, terutama di bawah 18 tahun.
Berganti-ganti pasangan seksual.
Kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS.
Riwayat infeksi menular seksual lainnya, termasuk Chlamydia.
Penggunaan pil KB dalam jangka panjang, khususnya lebih dari lima tahun.
Pesan Kesehatan:
dr. Dessy menekankan pentingnya menjaga kebersihan organ intim, mengenakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat, dan berkonsultasi ke tenaga medis bila mengalami keputihan abnormal.
"Tidak semua keputihan berbahaya. Namun, jika disertai gejala tidak biasa, jangan tunda untuk memeriksakan diri," imbaunya.*
(k/j006)
MEDAN Dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan wil
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap
HUKUM DAN KRIMINAL
CIAMIS SD Negeri Salakaria 2, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah hanya menerima satu murid baru p
PENDIDIKAN
JAKARTA Profesi guru di sejumlah negara tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan mulia, tetapi juga mendapatkan penghargaan ekonomi yang
PENDIDIKAN
JAKARTA Banyak perempuan mengalami peningkatan nafsu makan beberapa hari sebelum menstruasi datang. Keinginan untuk mengonsumsi makanan
KESEHATAN
JAKARTA Pemerintah memastikan proses pengambilalihan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, telah selesai dilakukan set
NASIONAL
SIMALUNGUN Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat p
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai sosok pemimpin pengkhianat yang disebut menganjurkan aksi membakar Republik Indo
POLITIK
SEMARANG Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menanggapi langkah Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang teng
EKONOMI
JAKARTA Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) atas dugaan melanggar prinsip netralitas p
OLAHRAGA