Tiyo Ardianto Soroti Penangkapan Dadan Hindayana, Singgung Dugaan Pengalihan Isu MBG
JAKARTA Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan pejabat BGN sebagai tersangka kasus dugaan
POLITIK
JAKARTA – Konsumsi sayur masyarakat Indonesia dinilai masih jauh dari angka ideal dan perlu ditingkatkan hingga dua kali lipat guna mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.
Pakar pertanian Bayu Krisnamurthi menyebut, berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi sayur masyarakat Indonesia saat ini masih rendah, yakni hanya sekitar 38,5 kilokalori per hari.
"Rekomendasi minimal itu sekitar 62,5 kilokalori. Artinya, konsumsi sayur di Indonesia harusnya naik dua kali lipat dibandingkan sekarang," ujar Bayu di Jakarta, Rabu (22/4/2026).Baca Juga:
Ia menjelaskan, pengukuran berbasis kalori digunakan karena jenis sayuran sangat beragam sehingga dapat disetarakan secara lebih akurat. Bahkan, kebutuhan konsumsi sayur untuk kelompok tertentu seperti ibu hamil dan anak-anak dinilai lebih tinggi.
"Untuk ibu hamil bisa sampai 100 kilokalori atau hampir tiga kali lipat. Anak-anak sekitar 75 kilokalori, jadi memang harus ditingkatkan," katanya.
Meski demikian, Bayu melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat. Berdasarkan survei Juli 2025, sekitar 57–60 persen responden menyatakan keinginan untuk meningkatkan konsumsi sayur.
"Kesadaran masyarakat sudah ada. Namun ini harus didukung sistem pangan sayuran dari hulu sampai hilir agar pasokannya terjaga," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan sistem pangan sayuran atau vegetable food system mulai dari produksi hingga distribusi, agar peningkatan konsumsi tidak menimbulkan masalah pasokan.
Menurutnya, program MBG merupakan investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam 15–20 tahun ke depan.
"Program seperti MBG ini investasi jangka panjang. Dampaknya akan terasa ketika anak-anak tumbuh menjadi tenaga kerja yang lebih sehat dan produktif," jelasnya.
Bayu juga menegaskan bahwa pangan tidak hanya soal karbohidrat, tetapi harus mencakup protein, serat, dan vitamin, di mana sayur memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi seimbang.
Saat ini, program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada 2026, termasuk siswa, ibu hamil, menyusui, dan balita. Hingga Februari 2026, realisasi program telah mencapai lebih dari 61 juta penerima.*
(k/dh)
JAKARTA Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan pejabat BGN sebagai tersangka kasus dugaan
POLITIK
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, Minggu (7/6/2026), tercatat masih bertahan di level
EKONOMI
JAKARTA Kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Salah satu yang kembali disorot ad
NASIONAL
JAKARTA Harga ratarata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan.
EKONOMI
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kasus dugaan korupsi dalam P
POLITIK
JAKARTA Timnas Indonesia U19 menghadapi pertandingan paling menentukan di fase grup Piala AFF U19 2026. Garuda Muda wajib meraih kemen
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah tengah mematangkan skema baru bagi hasil sektor pertambangan yang diklaim akan memberikan manfaat lebih besar bagi ne
EKONOMI
JAKARTA Jerawat yang terus muncul meski sudah rutin menggunakan berbagai produk perawatan kulit sering kali membuat banyak orang frustra
KESEHATAN
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mempertanyakan langkah ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar ya
POLITIK
MEDAN Pemadaman listrik berulang di sejumlah wilayah Sumut pasca blackout Sumatera 22 Mei 2026, menimbulkan pertanyaan serius. Terutama t
PERISTIWA