BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Konsumsi Sayur RI Dinilai Harus Naik Dua Kali Lipat untuk Dukung Target Program Makan Bergizi Gratis

Adam - Rabu, 22 April 2026 19:10 WIB
Konsumsi Sayur RI Dinilai Harus Naik Dua Kali Lipat untuk Dukung Target Program Makan Bergizi Gratis
ilustrasi program Makan Bergizi Gratis. (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Konsumsi sayur masyarakat Indonesia dinilai masih jauh dari angka ideal dan perlu ditingkatkan hingga dua kali lipat guna mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.

Pakar pertanian Bayu Krisnamurthi menyebut, berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi sayur masyarakat Indonesia saat ini masih rendah, yakni hanya sekitar 38,5 kilokalori per hari.

"Rekomendasi minimal itu sekitar 62,5 kilokalori. Artinya, konsumsi sayur di Indonesia harusnya naik dua kali lipat dibandingkan sekarang," ujar Bayu di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, pengukuran berbasis kalori digunakan karena jenis sayuran sangat beragam sehingga dapat disetarakan secara lebih akurat. Bahkan, kebutuhan konsumsi sayur untuk kelompok tertentu seperti ibu hamil dan anak-anak dinilai lebih tinggi.

"Untuk ibu hamil bisa sampai 100 kilokalori atau hampir tiga kali lipat. Anak-anak sekitar 75 kilokalori, jadi memang harus ditingkatkan," katanya.

Meski demikian, Bayu melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat. Berdasarkan survei Juli 2025, sekitar 57–60 persen responden menyatakan keinginan untuk meningkatkan konsumsi sayur.

"Kesadaran masyarakat sudah ada. Namun ini harus didukung sistem pangan sayuran dari hulu sampai hilir agar pasokannya terjaga," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan sistem pangan sayuran atau vegetable food system mulai dari produksi hingga distribusi, agar peningkatan konsumsi tidak menimbulkan masalah pasokan.

Menurutnya, program MBG merupakan investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam 15–20 tahun ke depan.

"Program seperti MBG ini investasi jangka panjang. Dampaknya akan terasa ketika anak-anak tumbuh menjadi tenaga kerja yang lebih sehat dan produktif," jelasnya.

Bayu juga menegaskan bahwa pangan tidak hanya soal karbohidrat, tetapi harus mencakup protein, serat, dan vitamin, di mana sayur memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi seimbang.

Saat ini, program MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada 2026, termasuk siswa, ibu hamil, menyusui, dan balita. Hingga Februari 2026, realisasi program telah mencapai lebih dari 61 juta penerima.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Rp28,25 Miliar ke CU Paroki Aek Nabara Lebih Cepat dari Target
BI Proyeksikan The Fed Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026 Imbas Ketegangan Geopolitik Global
Indonesia Tegaskan Tolak Pungutan Kapal di Selat Hormuz, Dukung Kebebasan Navigasi Internasional
Pemerintah Targetkan 82,9 Juta Anak Terima Program Makan Bergizi Gratis pada 2026, Kini Sudah 62 Juta Tersalurkan
Yusril Tegaskan Akademisi Bebas Kritik Pemerintah, Minta Tidak Langsung Diproses Pidana Tanpa Bukti Hukum
HARGA SEMAKIN "LIAR"! Sembako Subsidi di Batu Bara Dijual Sesuka Hati, Warga: Hukum Tumpul?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru