Yerusalem — Menteri Konstruksi dan Perumahan Israel, Yitzhak Goldknopf, pada Minggu (12/1) menyerukan penarikan satu juta orang Yahudi untuk menetap di Tepi Barat yang diduduki. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan tur di wilayah utara Tepi Barat, sebagaimana dilaporkan situs berita Haredi, Behadrei Haredim.
Dalam pernyataannya, Goldknopf mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memanfaatkan situasi politik saat ini di Palestina dan Timur Tengah guna memperluas pembangunan permukiman di wilayah tersebut. “Bawa satu juta orang Yahudi ke Yudea dan Samaria (nama Yahudi untuk Tepi Barat),” ujarnya.
Menurut data dari Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Negara Palestina, jumlah pemukim di Tepi Barat mencapai 770.420 orang pada akhir 2024. Mereka tersebar di 180 permukiman dan 256 pos permukiman, termasuk 138 pos yang diklasifikasikan sebagai peternakan dan lahan pertanian. Permukiman di Tepi Barat dibangun dengan persetujuan pemerintah Israel, sementara pos-pos permukiman sering kali didirikan tanpa izin resmi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah berulang kali menegaskan bahwa semua bentuk permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal berdasarkan hukum internasional. PBB menuntut penghentian perluasan permukiman, tetapi desakan tersebut tidak pernah membuahkan hasil. Permukiman dianggap merusak prospek perdamaian yang berlandaskan solusi dua negara, yang mengusulkan berdirinya negara Palestina merdeka di samping Israel.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Netanyahu, secara terbuka mengungkapkan niat mereka untuk mencaplok wilayah Tepi Barat. Tindakan ini dipandang sebagai langkah yang semakin memperumit upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina.
(CHRISTIE)
Menteri Israel Serukan Penempatan Satu Juta Pemukim Yahudi di Tepi Barat