LANGKAT - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Langkat meluruskan informasi yang beredar di sejumlah media terkait status Kabupaten Langkat yang disebut sebagai wilayah termiskin di Sumatera Utara.
Faktanya, berdasarkan data resmi BPS tahun 2024, Langkat berada di peringkat ke-11 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara dengan persentase penduduk miskin sebesar 9,04%.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala BPS Langkat, Muhammad Ervin Sugiar, SST, M.Si, dalam keterangan resmi, Senin (12/8).
"Ada sekitar kurang lebih 96.500 masyarakat yang tergolong miskin di Langkat," jelas Ervin.
"Namun, posisi Langkat jelas bukan yang tertinggi, dan bahkan menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun terakhir."
Data BPS menunjukkan angka kemiskinan di Langkat terus menurun dalam lima tahun terakhir:
2019: 9,91%
2020: 9,73%
2021: 10,12%
2022: 9,49%
2023: 9,23%
2024: 9,04%
Menurut BPS, penduduk miskin didefinisikan sebagai mereka yang memiliki pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, yaitu pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan.
"Penurunan ini menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan berjalan progresif meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi global," ujar Ervin.
Bandingkan dengan Daerah Lain di Sumut
Dalam grafik BPS Sumut, lima kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi pada 2024 adalah:
Nias Barat (22,68%)
Nias Utara
Nias Selatan
Nias
Kota Gunung Sitoli
Sementara, tingkat kemiskinan terendah dicatat oleh Kabupaten Deli Serdang (3,44%).
Dengan angka 9,04%, Langkat sedikit di atas rata-rata kemiskinan provinsi (7,99%), dan hampir sama dengan rata-rata nasional (9,03%).
Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kemiskinan melalui program-program nyata yang menyentuh masyarakat bawah.
"Kita terus berproses. Berbagai upaya kita lakukan untuk menurunkan angka kemiskinan. Bantu saya untuk bersama menuntaskan ini," ungkapnya.
Program yang akan terus dilanjutkan antara lain:
Pemberdayaan ekonomi masyarakat
Penciptaan lapangan kerja
Penguatan sektor produktif masyarakat
Penutup: Data Jadi Rujukan Utama
BPS mengimbau agar semua pihak merujuk pada data resmi sebelum menyampaikan informasi kepada publik, terutama yang menyangkut reputasi daerah.*
Editor
:
BPS Langkat Klarifikasi: Kabupaten Langkat Bukan Termiskin di Sumatera Utara, Peringkat ke-11 dari 33 Daerah