BREAKING NEWS
Senin, 18 Mei 2026

Arif Budimanta Meninggal Dunia, Ini Profil Lengkap Ekonom Pancasila dan Mantan Stafsus Presiden Jokowi

- Sabtu, 06 September 2025 10:40 WIB
Arif Budimanta Meninggal Dunia, Ini Profil Lengkap Ekonom Pancasila dan Mantan Stafsus Presiden Jokowi
Arif Budimanta, ekonom senior (FOTO: suara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia ekonomi dan politik nasional. Arif Budimanta, ekonom senior yang juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi di era Presiden Joko Widodo, wafat dalam usia 57 tahun pada Sabtu (6/9/2025) pukul 00.06 WIB di Jakarta.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Jenazah Arif disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Rawamangun Muka Golf No. 3, Jakarta Timur.

Profil Singkat Arif Budimanta

Arif Budimanta lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 15 Maret 1968. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 4 Medan, lalu melanjutkan kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus sebagai Sarjana Ilmu Tanah tahun 1990.

Ia melanjutkan pendidikan magister dan doktoralnya di Universitas Indonesia, dengan fokus di bidang Ekonomi Sumber Daya Alam serta Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Karier Politik dan Akademik

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (2009–2014)

Wakil Ketua Fraksi PDIP di MPR

Ketua DPP PDI Perjuangan (2005–2010)

Ketua Departemen Ekonomi KAHMI (2013–2016)

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN)

Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah

Direktur Eksekutif Megawati Institute

Arif dikenal sebagai pemikir kebijakan ekonomi berbasis nilai-nilai Pancasila dan aktif dalam berbagai forum ilmiah, baik nasional maupun internasional.

Kontribusi Intelektual dan Gagasan Besar

Ekonom senior Didik J. Rachbini menyebut Arif sebagai figur aktivis dan intelektual progresif yang konsisten menyuarakan ekonomi kerakyatan dan keberlanjutan.

Beberapa karya intelektualnya yang menonjol antara lain:

? "Pancasilanomics: Ekonomi Pancasila dalam Gerak" (2019)

Buku ini menawarkan gagasan tentang bagaimana Pancasila dapat dijadikan dasar sistem ekonomi nasional yang adil, inklusif, dan berdaulat.

? "Arsitektur Ekonomi Indonesia"

Kritik terhadap arah pembangunan ekonomi nasional yang terlalu liberal dan ajakan untuk kembali pada Pasal 33 UUD 1945 sebagai basis kebijakan ekonomi.

Penghormatan Terakhir

Didik J. Rachbini, yang juga Rektor Universitas Paramadina, mengenang Arif sebagai adik kelasnya di IPB. "Kepergiannya terlalu cepat. Tapi pemikirannya akan terus hidup dan jadi pelajaran penting bagi generasi penerus," ujar Didik.

Selamat Jalan, Arif Budimanta

Wafatnya Arif Budimanta menjadi kehilangan besar bagi dunia ekonomi-politik, akademik, dan pergerakan intelektual Indonesia. Ia adalah simbol dari pemikiran ekonomi berlandaskan ideologi Pancasila, yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman.*

(oz/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru