BREAKING NEWS
Jumat, 06 Maret 2026

Sampah Jadi Listrik, Sumut Siap Jadi Pionir Energi Hijau 2026

Raman Krisna - Kamis, 13 November 2025 08:46 WIB
Sampah Jadi Listrik, Sumut Siap Jadi Pionir Energi Hijau 2026
konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut. (Foto: Dok.Pemprov Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUMATERA UTARA- Provinsi Sumatera Utara bersiap menjadi salah satu wilayah pionir pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.
Melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dimulai pada 2026, pemerintah berupaya mengubah tumpukan sampah di Medan Raya menjadi sumber energi terbarukan, sekaligus menekan krisis lingkungan akibat penumpukan limbah kota.

Program PSEL Medan Raya merupakan bagian dari program strategis nasional yang dilaksanakan di 10 kabupaten/kota di Indonesia.


Khusus di Sumut, proyek ini akan meliputi wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, dengan dukungan penuh dari Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution.

Baca Juga:

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, Heri W. Marpaung, mengatakan program ini akan menjadi solusi permanen bagi persoalan klasik pengelolaan sampah perkotaan.

"PSEL menjadi solusi untuk mengatasi masalah penumpukan sampah di perkotaan. Pelaksanaannya dimulai 2026. Ini tugas bersama agar masyarakat juga memahami pentingnya program ini," ujar Heri saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu, 12 November 2025.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumut, Wali Kota Medan Rico Waas, dan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan telah menandatangani Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Sampah Menjadi Energi Listrik pada 6 November 2025.

Data Dinas LHK Sumut mencatat, Kota Medan menghasilkan 1.200–1.700 ton sampah per hari, sedangkan Deliserdang menambah sekitar 1.400 ton per hari.

Seluruhnya akan diolah di fasilitas PSEL Medan Raya yang berlokasi di TPA Terjun, dengan perluasan area sebesar 5 hektare.

Pembangunan proyek ini juga selaras dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, yang menargetkan peningkatan porsi energi baru terbarukan hingga 51 persen.

"PSEL Medan Raya diharapkan menambah pasokan listrik hijau di Sumut. Saat ini akses listrik rumah tangga sudah mencapai 99,81 persen," jelas Heri.

PSEL akan mengolah sampah non-daurlang menjadi listrik, panas, dan bahan bakar alternatif, menekan emisi karbon sekaligus menciptakan lapangan kerja hijau di sektor energi dan pengelolaan limbah.

Pemprov Sumut telah mengirimkan surat dukungan resmi ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) terkait pembangunan PSEL Medan Raya.

Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kemendagri dan perwakilan BPI Danantara juga telah melakukan survei lapangan dan menetapkan TPA Terjun sebagai lokasi utama proyek.

Komitmen Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya terhadap inovasi pengelolaan sampah di Sumut sejalan dengan visi nasional untuk membangun PSEL di 10 daerah, termasuk Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Semarang, Tangerang, dan Bali.

"PSEL bukan sekadar proyek, tapi bagian dari gerakan menuju Sumatera Utara yang bersih, mandiri energi, dan berkelanjutan," tegas Heri.

PSEL Medan Raya menjadi simbol transformasi paradigma pengelolaan sampah di Indonesia dari beban menjadi sumber daya.

Selain mengurangi timbunan sampah, proyek ini juga mempercepat transisi Sumut menuju energi hijau, sekaligus memperkuat ketahanan listrik daerah.

Jika berjalan sesuai jadwal, Sumut akan menjadi provinsi pertama di luar Jawa yang mengoperasikan PSEL berskala besar pada 2026.

Langkah ini diperkirakan akan mendorong percepatan investasi hijau dan memperkuat posisi Sumut sebagai motor energi terbarukan Sumatera.

Melalui PSEL, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari perubahan menuju pengelolaan sampah yang modern, produktif, dan ramah lingkungan.

Dengan kolaborasi lintas sektor, Sumatera Utara berpeluang menjadi model nasional dalam ekonomi sirkular berbasis energi bersih.*


(am/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
1.700 Ton Sampah per Hari di Medan Raya Akan Diubah Jadi Energi Listrik Mulai 2026!
Deli Serdang Siap Suplai 600 Ton Sampah Per Hari untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Bobby Nasution Teken Kerja Sama PSEL, Medan Siap Ubah Sampah Jadi Energi Listrik
Penunjukan Efrida Yanti Pakpahan Jadi Plt. Kadis Pendidikan Tapsel Tuai Sorotan: “Seperti Piala Bergilir”
Pandu Sjahrir Buka Suara! TOBA Tak Terlibat dalam Proyek Sampah Jadi Energi Milik Danantara
Air Terjun Silima Lima Tersisih dari Peta Wisata Tapanuli Selatan, Kini Menunggu Perhatian Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru